JAKARTA - Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir mempertanyakan arti mafia pulsa listrik yang dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli. Dengan demikian, dirinya pun tidak bisa menindaklanjuti masalah mafia pulsa listrik ini.
"Kita lihat juga arti mafianya seperti bagaimana. Kan belum tahu maksud mafia menurut beliau (Rizal Ramli). Kita cari tahu dari beliau, nanti baru kita follow up," tutur Sofyan, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Dia memaparkan, kemungkinan yang dimaksud Rizal Ramli adalah pembengkakan biaya administrasi pembelian pulsa listrik akibat pembelian yang tidak sekaligus. Misalnya, pulsa Rp120 ribu dibeli empat kali, masing-masing Rp30 ribu, sehingga terkena biaya administrasi sampai empat kali.
"Mungkin maksud (Rizal Ramli) mafia seperti itu,” kata dia.

(Widi Agustian)