Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menkeu: Pengusaha Batu Bara Gak Bisa Ketawa

Raisa Adila , Jurnalis-Kamis, 17 September 2015 |17:10 WIB
Menkeu: Pengusaha Batu Bara <i>Gak</i> Bisa Ketawa
Ilustrasi: Reuters
A
A
A

JAKARTA - Harga batu bara saat ini memang terus mengalami penurunan tajam. Hal ini yang membuat pengusaha batu bara mulai mengalami kesulitan.
 

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, meskipun saat ini harga batu bara sangat murah, namun sebenarnya komoditi tersebut cukup menjanjikan di masa datang.

Terlebih jika pengusaha batu bara mau beralih menjadi pengusaha power plant atau pembangkit listrik yang berasal dari batu bara.

"Selama ini kebanyakan pengusaha batu bara mungkin enggak bisa ketawa. Makanya pengusaha batu bara yang dapat cash lumayan di masa lalu sekarang waktunya jadi pengusaha power plant," kata Bambang di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Menurutnya, selain masalah harga, pembangkit listrik tenaga batu bara cukup cepat untuk dibangun. Hal inilah yang membuatnya begitu menjanjikan di masa datang.

Akan tetapi, banyak pihak yang tidak berkenan untuk membiayai pembangunan power plant berbasis batu bara. Pasalnya, batu bara tidak ramah terhadap lingkungan.

"Financing batu bara tipis. World bank dan lain-lain enggak mau bangun power plant batu bara. Harapan kita Jepang dan China. Kalau keterlibatan sektor swasta sangat menjanjikan," tambah dia.

Ke depannya, Bambang menganalisis pengusaha kaya adalah pengusaha yang memiliki power plant. Sehingga, diimbau para pengusaha batu bara dapat beralih ke usaha power plant.

"Pasti nanti dibeli PLN. Di situ aman. Jadi saya lihat kita harus dorong ke sana," tandas dia.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement