Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Philip Morris Suntik Sampoerna Rp6,7 Triliun

Philip Morris Suntik Sampoerna Rp6,7 Triliun
Foto: Dok Okezone.
A
A
A

JAKARTA - PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) akan memperoleh dana segar berupa pinjaman melebihi 50 persen nilai ekuitasnya. Pada akhir tahun 2014, ekuitas HM Sampoerna adalah Rp13,49 triliun. Ini berarti, HMSP diperkirakan memperoleh pinjaman di atas Rp6,74 triliun.

Direktur Utama PT HM Sampoerna Tbk, Paul Norman Janelle mengatakan, jumlah pinjaman yang dibutuhkan HMSP timbul karena adanya peningkatan kebutuhan modal kerja perseroan. Disebutkan, penerimaan fasilitas pinjaman (uncommitted revolving loan facility) didapat dari Philip Morris Finance SA (PM Finance), perusahaan terafiliasi yang bermarkas di Swiss. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta.

Paul menjelaskan bahwa manfaat dari transaksi ini adalah tidak adanya mekanisme penjaminan, potensi suku bunga yang rendah, serta likuiditas dan kemudahan proses. Pinjaman ini akan memiliki jangka waktu 24 bulan setiap penarikan dana. Kemudian, mekanisme suku bunganya akan disamakan atau lebih rendah dibanding bank asing yang beroperasi di Jakarta.

Setelah memperoleh pinjaman, HM Sampoerna pun akan bergantian memberi pinjaman kepada PM Finance. Nilai pinjaman ke PM Finance ini tak akan melebihi 100 persen laba bersih perseroan. HMSP diasumsikan memiliki potensi kelebihan dana pada awal 2016. Apabila proses penerbitan saham baru berjalan dengan lancar, maka dana yang dapat dipinjamkan adalah Rp10,02 triliun dari laba bersih perseroan pada semester pertama yang disetahunkan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement