Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kadin: Petugas Tol Jangan Mogok Dong

Rachmad Faisal Harahap , Jurnalis-Rabu, 21 Oktober 2015 |19:48 WIB
Kadin: Petugas Tol Jangan Mogok Dong
Ilustrasi jalan tol. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sebanyak 1.000 pegawai PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JLJ) yang terdiri dari pekerja berstatus kontrak dan pekerja alih daya atau outsourching dikabarkan akan melakukan aksi mogok pada 28-30 Oktober 2015. Hal itu merupakan bentuk kekecewaan karena tidak diangkat sebagai karyawan tetap.

Dikhawatirkan, aksi mogok ini akan mematikan operasional jalan Tol Lingkar Luar Jakarta-Cikampek, Tol Jakarta-Bogor, Tol Tanjung Priok, Tol Bekasi, dan Tol Tangerang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto berharap, aksi mogok tersebut hanya sekadar isapan jempol semata. Sebab, apabila ada penutupan ruas jalan tol, arus transportasi logistik tiap perusahaan akan terganggu.

"Jangan dong, harus bisa lancar. Jangan sampai, urat nadi transportasi logistik ini terganggu. Logistik itu penting untuk perekonomian," ujar Suryo, di Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Dia mengatakan, struktur pembiayaan distribusi logistik saat ini berkontribusi hingga 15 persen dari biaya produksi perusahaan. Apabila terhambat, potensi peningkatan produksi justru akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. "Kalau ditutup, akan lebih dari 15 persen. Ini kan mempengaruhi industri," ucapnya.

Oleh sebab itu, dirinya menyarankan kepada PT Jasa Marga Tbk untuk menggandeng pihak kepolisian untuk mengantisipasi adanya rencana mogok tersebut."Kalau perlu, minta aparat langsung untuk amankan. Masa karena mogok, terus jalan tol ditutup. Tidak benar juga. Kalau mau mogok, jangan begitu caranya," ungkapnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement