Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Produksi Uang Kertas Peruri Meningkat 27 Persen

Danang Sugianto , Jurnalis-Rabu, 04 November 2015 |13:46 WIB
Produksi Uang Kertas Peruri Meningkat 27 Persen
Ilustrasi: Reuters
A
A
A

JAKARTA - Tahun ini Perum Perusahan Uang Republik Indonesia (Peruri) menggenjot kinerja dengan melakukan menambah 1 lini mesin cetak uang baru yang sudah beroperasi sejak akhir 2014 lalu. Hasilnya kinerja cetak uang Peruri tahun ini pun meningkat.

Direktur Utama Perum Peruri Prasetio menjabarkan, hingga akhir September kemarin, produksi uang kertas Peruri sudah mencapai 6,9 miliar bilyet. Angka tersebut meningkat 27 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,4 miliar bilyet.

"Jadi dengan lini mesin baru tersebut meningkatkan kapasitas produksi uang kertas kami. Kami jadi tambah yakin target cetak uang kertas tahun ini sebesar 9,3 miliar bilyet bisa tercapai," tuturnya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Selain itu, produksi pita cukai juga meningkat 3 persen, dari 135 juta lebar pada kuartal III tahun lalu menjadi 139 juta lembar.

Namun, produksi uang logam Rupiah menurun 21 persen, dari 1,2 miliar keping menjadi 1,2 miliar. Hal tersebut dikarenakan adanya penurunan permintaan dari Bank Indonesia (BI) untuk uang logam.

"Memang turun untuk uang logam, namun penyelesaian permintaah dari BI bergeser sampai akhir tahun. Jadi target kami bisa sampai 1,6 miliar keping di akhir tahun," imbuhnya.

Kemudian untuk produksi materai juga turun 8 persen dari 492 juta keping menjadi 545 juta keping. Padahal Peruri menargetkan produksi materai tahun ini sebesar 738 juta keping, atau naik 50 persen dari periode yang sama sebelumnya.

Sementara untuk produksi sertifikat tanah masih sama dengan tahun lalu sebesar 3,54 juta set. Ditargetkan produksi sertifikat tanah tahun ini bisa mencapai 5,4 juta set.

(Rizkie Fauzian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement