Share

Indosat Tetap Lakukan Upaya Hukum di Kasus IM2

Widi Agustian, Jurnalis · Kamis 05 November 2015 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 05 278 1244214 indosat-tetap-lakukan-upaya-hukum-di-kasus-im2-UPcHwaAlpc.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)


JAKARTA – PT Indosat Tbk (ISAT) akan kembali mengajukan upaya hukum yang tersedia termasuk pengajuan peninjauan kembali (PK) atas keputusan Mahkamah Agung (MA) terkait kasus IM2.

Putusan MA yang menolak Peninjauan Kembali (PK) mantan Direktur Utama IM2 Indar Atmanto membuat kepastian hukum khususnya di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dipertanyakan.

"Kami telah mengetahui keputusan Mahkamah Agung (MA) tentang ditolaknya Peninjauan Kembali (PK) dari Pak Indar Atmanto. Kami sangat menyayangkan keputusan tersebut, karena kami menyakini bahwa Pak Indar tidak bersalah sama sekali di dalam kasus IM2. Pola kerjasama bisnis IM2 juga digunakan oleh penyedia jasa internet yang lainnya dan dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujar Group Head Corporate Communication Indosat Deva Rachman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/11/2015).

Menurut dia, keputusan MA ini adalah preseden buruk terhadap seluruh perkembangan Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di tanah air.

"Kerjasama Indosat dan IM2 telah sesuai dengan amanat perundang-undangan, yakni Pasal 9 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, Pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi, serta Pasal 5 Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 21/2001 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi," sambungnya.

Kementerian Kominfo sendiri sudah menegaskannya dengan surat bernomor T684/M.KOMINFO/KU.O4.01/11/2012 yang menegaskan, bahwa kerjasama Indosat dan IM2 telah sesuai aturan. Bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menegaskan, β€œTidak ada peraturan yang dilanggar dalam kerja sama antara Indosat-IM2 pada penyelenggaraan 3G di frekuensi 2.1 GHz, karena telah sesuai dengan aturan dan Undang-Undang Telekomunikasi,” ungkap dia.

Kasus yang menimpa IM2 ini ditengarai banyak kejanggalan, antara lain adanya pengabaian surat Menteri Komunikasi dan Informatika yang telah menyatakan perjanjian bisnis Indosat-IM2 sudah sesuai dengan ketentuan perundangan. Begitu pula Indar juga divonis atas sesuatu yang tidak didakwakan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini