nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wawancara CEO Wintermar: Harga Minyak Lesu, Butuh Dukungan Kebijakan!

Danang Sugianto, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2015 13:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 12 01 278 1258852 wawancara-ceo-wintermar-harga-minyak-lesu-butuh-dukungan-kebijakan-yXPoCbg0m0.jpg

JAKARTA - Tren anjloknya harga minyak mentah dunia yang telah berlangsung sepanjang tahun ini, tentu sangat berimbas pada korporasi yang bergerak di sektor migas. Bahkan hal itu bukan hanya dirasakan oleh perusahaan yang bergerak dieksplorasi minyak saja, tapi juga perusahaan penunjang seperti PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) yang beroperasi menyewakan kapal-kapal untuk mengantar hasil minyak.

Direktur Utama Wintermar Sugiman Layanto mengakui, anjloknya minyak mentah dunia cukup mempengaruhi kinerja perseroan. Kendati begitu dirinya juga mengakui masih melihat potensi yang cerah bagi masa depan perusahaan.

Berikut hasil wawancara dengan Sugiman yang disiarkan oleh IBCM-IDX Channel, Selasa (1/12/2015).

Sudah sejak lama harga minyak mentah berada di level terbawahnya, apa strategi yang akan dilakukan Wintermar sendiri untuk mengatasi hal itu?

Sebetulnya keadaan ini mulai terasa di awal tahun. Jadi sejak Januari sampai Agustus terasa parah sekali. Untuk saat ini memang sudah mulai ada penyesuaian tapi belum begitu berarti. Jadi akibatnya mau tidak mau kami harus menyesuaikan diri. Kami review kembali pada sekor operasi, cost mana yang bisa diefisiensikan. Jadi pada saat ini mau enggak mau kita harus bisa menyesuaikan diri dengan harga minyak yang jatuh agar kami bisa tetap bertahan.

Tapi sampai saat ini kami belum melakukan pengurangan karyawan secara besar-besaran. Namun karena banyak kapal yang menganggur dan karyawan kami sistemnya kontrak, ada beberapa yang kontraknya habis tidak kami perbaharui. Tapi kalau kita lihat bersama, banyak juga perusahaan minyak besar yang sudah mulai melakukan pengurangan karyawan.

Bagaimana review kondisi industri ini di tahun 2015, seberapa besar pelemahan harga minyak mempengaruhi kinerja perusahaan?

Pendapatan kami itu ada dua sumber yakni utilisasi kapal dan tarif penyewaan kapal sendiri. Pendapatannya kami turun cukup drastis ya. Kalau kita lihat dari September tahun ini ke September tahun sebelumnya hampir 40 persen lebih, jadi margin dan utilisasi turun. Tapi kita punya tiga jenis kapal, yakni low tier, mid tier dan high tier atau dengan teknologi paling canggih. Nah di Indonesia ini sedikit sekali yang punya jenis kapal high tier. Jadi jenis kapal ini masih dibutuhkan utnuk kegiatan eksplorasi langsung. Tapi untuk saat ini kapal high tier utilisasinya hampir tidak ada, kapalnya nganggur. Untuk low tier dan mid tier utilisasinya turun hanya sedikit dibanding tahun lalu.

Bagaimana kondisi peroyek Wintermar di luar negeri?

Untuk penyewaan kapal seperti di Brunei Darussalam dan Malaysia saya rasa kegiatan pekerjaannya tetap berjalan. Pengurangan penyewaan jelas ada, tapi itu karena dampak penurunan harga minyak secara global. Namun penurunan yang paling parah di Norwegia, karena cost untuk eksplosrasi di sana dibutuhkan kapal dengan teknologi tinggi, jadi costnya tinggi. Karena kondisi saat ini banyak kapal-kapal kami posisinya tidak beroperasi hanya bersandar. Kedua paling parah di Amerika Serikat, kemudian Meksiko, Brasil baru di Asia Tenggara.

Ada rencana untuk menggarap proyek di negara lain?

Jelas untuk saat ini kami harus berusaha untuk menggarap proyek di mana pun. Di mana ada pekerjaan kami harus ada di sana. Kami sudah ada proyek pekerjaan jangka panjang selama lima tahun di Brunei Darussalam dan India. Untuk di Vietnam dan Myanmar hanya proyek pekerjaan jangka pendek. Sekarang kami juga sedang menjajaki bidik di timur tengah.

Memang kapal kami terutama yang high tier diproduksi agar bisa berkompetesi di luar negeri, jadi bukan kapal basa. Memang setiap kami desain kapal-kapal yang baru kami melihat kedepan dengan menggunakan teknologi baru.

Pada laporan keuangan perusahaan di kuartal III-2015 perusahaan mengalami rugi bersih, seberapa besar hal itu mempengaruhi pergerakan saham WINS?

Saham kami sendiri belakangan ini memang jatuh drastis. Mungkin hal ini karena psikologis dari semua pelaku pasar shok dari anjloknya harga minyak mentah dunia. Jadi perusahaan apapun yang berhubungan diengan oil and gas dipandang tidak memiliki potensi yang baik, jadi dihindari.

Dengan kondisi industri eksplorasi minyak yang sedang turun, apakah ada rencana untuk diversifikasi usaha?

Saat ini kami memang sedang melihat usaha apa yang bisa kami lakukan dengan tetap mengunakan kapal kami, jadi masih tetap di oil and gas. Tapi mungkin kami melihat sektor lainya yang bisa kami sewakan kapal seperti untuk pekerjaan engineering dan mungkin pekerjaan menyelam bawah air. Kapal kami setidaknya bisa di modifikasi untuk kegiatan seperti itu ini.

Apa harapan Anda untuk pemerintah, dorongan apa yang harus diberikan untuk industri ini?

Banyak dari sisi regulator yang harus mengerti bahwa industri minyak ini sesuatu yang longterm. Jadi kalau mereka ngebor hari ini, minyaknya belum tentu akan keluar keluar hari ini, mungkin setelah enam sampai tujuh tahun baru bisa produksi minyaknya. Jadi perusahaan minyak itu sebenarnya juga tahu kalau saat ini moment yang tepat untuk melakukan eksplorasi. Karena saat ini semuanya serba murah. Nah pemerintah saat ini harus membahas kebijakan yang akan lebih mendukung oil and gas untuk eksplorasi.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini