nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Special Interview: Direktur Keuangan Soechi Lines

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2015 13:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 12 03 278 1260220 special-interview-direktur-keuangan-soechi-lines-kaAaEyncnF.jpg Direktur Keuangan Soechi Lines Paula Marlina. (Foto: Situs Soechi)

JAKARTA - PT Soechi Lines Tbk (SOCI) genap setahun melantai di bursa saham Indonesia. Banyak suka duka yang terjadi selama pelayaran Soechi Lines di Pasar Saham Indonesia.

Direktur Keuangan PT Soechi Lines Tbk (SOCI) Paula Marlina pun mengisahkan bagaimana perjalanan Soechi Lines selama setahun belakangan.

Satu tahun listing di Bursa Efek Indonesia (BEI), apa yang dirasakan sampai sejauh ini?

Tentunya banyak sekali perubahan dari PT Soechi Lines dari perusahaan tertutup jadi perusahaan terbuka. Perusahaan lebih di accountability-nya juga menjadi lebih transparan dan dipercaya baik itu oleh customer, karyawan kita dan tentunya investor.

Bisa dijelaskan bagaimana sebenarnya kondisi untuk SOCI, bisa tetap tumbuh di tengah perlambatan ekonomi yang terus berlanjut sampai saat ini?

Mungkin sebelum menjawab pertanyaan itu, saya jelaskan sedikit tentang bisnis PT Soechi Lines Tbk sendiri. Jadi, main business Soechi Lines adalah di usaha jasa pelayaran, kapal untuk muatan cair. Jadi melalui kapal-kapal tanker yang dimiliki perseroan, kami menyediakan jasa angkutan cair baik itu minyak dan gas, untuk mendistribusikan ke seluruh pelosok untuk konsumsi masyarakat indonesia.

Ini yang sudah PT Soechi Lines mainkan selama 35 tahun sampai hari ini. Nah, tentunya konsumsi masyarakat indonesia untuk minyak dan gas ini setiap tahunnya itu bisa dibilang bertambah terus. Jadi, pasti yang namanya volume bertambah, demand untuk angkutan jasa kapalnya juga bertambah. Kurang lebih itu yang menjelaskan bagaimana peningkatan untuk PT Soechi Lines sendiri.

Selain itu, sekarang Soechi Lines juga mendiversifikasikan bisnis usahanya ke galangan kapal. Jadi, galangan kapal itu difokuskan untuk jasa mereparasi dan maintenance kapal-kapal yang sudah ada di indonesia. Jadi, memang sejak cabotage dari 2008, kita implementasikan asas cabotage dan itu sangat sukses sekali.

Mungkin untuk sekarang ini sudah hampir 99 persen semuanya daerah yang beroperasi di Indonesia menjadi bendera Indonesia. Sehingga, kalau kita lihat statistiknya penambahan kapal itu dari 2008 sampai sekarang itu dari jumlahnya saja sudah dua kali lipat.

Nah, kalau kita lihat dari kapasitas, bahkan sudah tiga kali lipat. Nah, untuk setiap kapal itu kan secara berkala maintain dan harus masuk untuk di-maintain. Sehingga kita melihat opportunity kapal juga masih sangat besar dengan pertumbuhan jumlah kapal yang masuk ke Indonesia.

Core business SOCI, Anda katakan lebih mendistribusikan berupa gas ataupun minyak. Artinya dari SOCI tidak begitu terpengaruh dengan pelemahan harga komoditas kemudian juga harga minyak mentah yang sudah menyentuh di level di bawah USD40 per barel?

Memang penyedia jasa angkutan kapal itu bergerak paralel dengan komoditasnya. Sebenarnya, bukan dengan harganya tapi lebih ke volume. Memang banyak harga komoditas turun, volume-nya juga turun. Nah sehingga demand untuk jasa kapalnya itu sendiri ikut turun. Kalau minyak dan gas ini sebenarnya agak turun, volume tidak turun. Sehingga penyedia jasa kapalnya tetap ikutan masih menyesuaikan dengan volume yang dikonsumsi, kurang lebih seperti itu.

Galangan kapal merupakan diversifikasi SOCI sejak kapan?

Jadi perusahaan galangan kapal kami tahun 2009. Waku 2009 kita mulai akuisisi bakalan tanah kemudian kita kembangkan, kita land clearing dulu dan juga kita reklamasi karena untuk kebutuhan galangan kapal harus direklamasi untuk dapat kedalaman air tertentu supaya kapal besar bisa masuk. Dan sampai saat ini kami sedang menjalankan pembangunan kapal baru. Jadi sudah start, akhir 2013 kita mendapat kontrak untuk pembangunan kapal baru dan kemudian disusul tahun lalu dan fakta pembangunan kapal itu dua tahun sampai sekarang masih dalam progress pembangunan kapalnya.

Dengan dilakukannya diversifikasi usaha, membuka usaha galangan kapal, diharapkan kontribusinya seperti apa ke depannya kepada perseroan? Apakah ini menjadi core utama dari SOCI atau mungkin tetap terhadap distribusi migas?

Tetap kita melihat untuk jasa pelayaran ini masih akan menjadi main core business kami yang sudah kami jalani 35 tahun terakhir dan kita masih melihat prospek ke depannya untuk angkutan laut, khususnya muatan cair ini masih sangat bagus prospeknya. Sehingga mungkin galangan kapal ini masih akan tetap jadi yang second line business saja.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini