JAKARTA - Harga minyak dunia terus menujukkan tren pelemahan sejak 2015 hingga awal tahun 2016. Hingga kini harga minyak dunia berada pada posisi terendah sejak 12 tahun terakhir.
Pada Jumat (Sabtu pagi WIB), di London, kontrak minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret ditutup pada USD 28,94 per barel pada Jumat, turun USD 2,09 dari Kamis.
Sedangkan di New York harga minyak mentah WTI atau light sweet untuk pengiriman Februari mencapai USD 29,42 per barel turun USD 1,78 dari Kamis.
Meski demikian, Direktur Executive Energy Watch, Mamit Setiawan, memprediksi hal ini takkan berlangsung lama. Ia memprediksikan jika harga minyak dunia akan mengalami kenaikan hingga akhir semester mendatang.
"Kemungkinan untuk triwulan 30-35 (dolar Amerika) per barel. Untuk satu semester sekira 38 (dolar Amerika) perbalel," ujarnya kepada Okezone, Sabtu (16/1/2016).
Menurutnya, ini diyakinkan dengan melihat cadangan minyak Amerika yang semakin berkurang. Ditambah konflik dua negara raksasa penghasil minyak yang menyebabkan embargo ekonomi pada Iran, sehingga Iran tak dapat melakukan ekspor global minyak miliknya. Hal tersebut membuat kondisi minyak dunia yang oversuplay kian dapat dikendalikan.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.