JAKARTA - Kondisi minyak global yang mengalami over suplay membuat International Monetery Fund (IMF) memprediksikan bila harga minyak mentah berpotensi anjlok ke kisaran USD5 hingga USD15 per barel di tahun 2016.
Terlebih saat ini harga minyak dunia di tingkat terendah sejak 12 tahun terakhir, berada di bawah USD 30 per barel. Untuk minyak mentah Brent mencapai USD 28,94 per barel, sedangkan harga minyak mentah WTI atau light sweet mencapai USD 29,42 per barel.
Direktur Executive Energy Watch, Mamit Setiawan, menuturkan prediksi IMF sempat membuat kekhawatiran. Namun, dirinya meyakini harga minyak dunia tidak akan mengalami kenaikan yang signifikan maupun penurunan seperti yang diprediksikan IMF.
"Saya yakin pasar akan tetapkan di kisaran USD 30 per barel," ujarnya kepada Okezone, Jakarta (16/1/2016).
Menurutnya, bila harga minyak dunia berada di bawah level tersebut, maka akan membuat banyak negara penghasil minyak mengalami kerugian sehingga berimbas pada kondisi pasar global.
"Pasar global nanti semakin terguncang," jelas Mamit.
Mamit juga menuturkan bila prediksi IMF pada akhir 2015 lalu dinyatakan sebelum terjadinya konflik antara Iran dengan Arab Saudi. Dengan adanya konflik tersebut justru dapat membuat harga minyak dunia naik. Pasalnya, Arab Saudi dan Iran merupakan negara penghasil minyak yang besar di dunia sehingga dapat mempengaruhi penentuan harga minyak.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.