Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hary Tanoe: APBN Kita Kalah dari Kekayaan Facebook

Bramantyo , Jurnalis-Jum'at, 29 Januari 2016 |12:02 WIB
Hary Tanoe: APBN Kita Kalah dari Kekayaan Facebook
CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (Foto: Bramantyo/Okezone)
A
A
A

KARANGANYAR - CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan di era global saat ini kecepatan teknologi tak bisa dibendung lagi.

Menurut Hary Tanoe, bila jeli melihat peluang, teknologi pun bisa menjadi sumber pemasukan utama, salah satunya mengembangkan bisnis online shopping. Pasalnya, dibandingkan membangun mal yang membutuhkan dana cukup besar, namun konsumen justru berasal dari daerah tertentu, maka membangun bisnis online bisa menjadi solusi utama.

Hary Tanoe mencontohkan, bagaimana sebuah perusahaan online di China (Tiongkok), Alibaba membangun kerajaan bisnis online. Dari modal yang tak begitu banyak, pemilik Alibaba justru merangkul semua produsen barang untuk menjual produknya melalui website yang dibangunannya.

"Hasilnya, semua produsen barang di Tiongkok menjual barangnya melalui online ini. Dan saat ini kekayaan yang dimiliki pemilik online Alibaba luar biasa, sekitar USD150 miliar atau setara Rp2.000 triliun," papar Hary Tanoe saat Gathering Komunitas Pasar Modal MNC Security bersama Bursa Efek Indonesia di Hotel Sunan, Solo, Jawa Tengah, Kamis kemarin.

Selain itu Hary Tanoe pun mencontohkan pemilik Facebook. Menurutnya, Mark Zuckerberg yang saat itu masih menjadi mahasiswa mencoba memulai usahannya dengan modal yang tidak begitu banyak.

"Tapi sekarang perusahaannya sudah memiliki kekayaan sekitar USD3.500 triliun. APBN kita saja ya itu baru USD2.000 triliun. Padahal yang gotong itu 250 juta orang termasuk saya tapi masih kalah dengan Mark Zuckerberg yang hanya seorang diri," ungkap Hary Tanoe.

Menurutnya, apa yang dia ilustrasikan dua contoh tadi hanyalah pesan sebagai investor harus benar-benar jeli melihat adanya peluang bagus.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement