Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perangkap Kemiskinan dan Kematian di Balik Candu Rokok

Antara , Jurnalis-Jum'at, 26 Februari 2016 |15:57 WIB
Perangkap Kemiskinan dan Kematian di Balik Candu Rokok
Ilustrasi : Okezone
A
A
A

Konsumsi rokok juga memberikan beban kerugian ekonomi akibat hilangnya waktu produktif terkait meningkatnya kematian, kesakitan dan disabilitas terkait merokok.

Hasbullah menekankan, rokok menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker, kardiovaskular (jantung, pembuluh darah), penyakit paru-paru, kelainan janin, dan impotensi.

"Data dari WHO di 2015, setiap tahun rokok menyebabkan kematian lebih dari enam juta orang di dunia. Setara dengan satu kematian setiap enam detik," katanya.

Di Indonesia, terjadi sekitar 600 kematian per hari akibat penyakit disebabkan oleh rokok. Kematian tersebut dapat dihindari, tapi celakanya jumlah perokok semakin banyak, bahkan di kalangan generasi muda dan masyarakat miskin yang lebih memprihatikan.

Menurut Hasbullah, merokok membuat negara bangkrut karena, mayoritas perokok 43,8 persen adalah orang miskin (Susenas 2012). Sedangkan JKN orang miskin Penerima Bantuan Iuran (PBI) dibayarkan oleh pemerintah (BPJS Kesehatan, 2014).

"Semakin banyak orang yang merokok, semakin besar beban pemerintah untuk membayar iuran mereka karena penyakit yang berkaitan dengan rokok," katanya.

Menurutnya, peningkatan konsumsi rokok memperberat APBN. Untuk membiaya iuran PBI JKN 2015 pemerintah mengalami defisit sebesar Rp6 triliun, padahal perokok terbanyak di Indonesia berasal dari keluarga termiskin.

Harus Dinaikkan Tahun 2013, penerima cukai Rp103 triliun, sedangkan biaya rawat jalan, rawat inap, dan kehilangan produktivitas akibat penyakit yang berkaitan dengan rokok berjumlah Rp240,7 triliun, lebih dari dua kali lipatnya.

Menurut Hasbullah, jika ditambah dengan belanja rokok (Rp138 triliun), jumlah menjadi tiga kali lipatnya (Rp378,7 triliun). Jumlah total kerugian yang harus ditanggung masyarakat akibat rokok adalah tujuh kali lipat dari anggaran Kementerian Kesehatan tahun 2015 (Rp52,2 triliun) dan delapan kali lipat anggaran Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2015 (Rp46,8 triliun).

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement