Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perangkap Kemiskinan dan Kematian di Balik Candu Rokok

Antara , Jurnalis-Jum'at, 26 Februari 2016 |15:57 WIB
Perangkap Kemiskinan dan Kematian di Balik Candu Rokok
Ilustrasi : Okezone
A
A
A

Indonesia tidak diuntungkan dari penjualan rokok, karena pemilik industri rokok 73,9 persen dikuasai perusahaan asing seperti Philip Morris International, Britis American Tobacco, KT & G Group Korea, Japan Tobacco Industri.

"Produksi cengkeh Indonesia dari tahun 2010 hingga 2012 turun 26 persen, sedangkan impor naik 5,308 persen. Impor daun tembakau naik 301 persen, dari 26.546 ton menjadi 106.570 ton," kata Hasbullah.

Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 63 Tahun 2015 tentang peta jalan (roadmap) produksi industri hasil tembakau 2015-2020 memandatkan pertumbuhan produksi 5-7,4 persen per tahun (524 miliar batang). Kebijakan ini dipandang mendukung strategi industri rokok dengan menghilangkan batasan produksi.

Padahal, setiap tahun hanya 20 persen hasil produksi rokok di Indonesia yang diekspor, 80 persen dikonsumsi di dalam negeri.

Jaringan Perempuan Peduli Pengendalian Tembakau (JP3T) mengkhawatirkan, target SDGs di tahun 2030 terancam gagal karena konsumsi rokok yang tidak terkendali sehingga mengancam bonus demografi Indonesia.

"Dalam butir SDGs, menyatakan tahun 2030 salah satu dari pertiga kematian dini akibat penyakit tidak menular, dapat dikurangi melalui upaya pencegahan dan pengobatan serta pengendalian tembakau," kata Yuda Kusumaningsing dari JP3T.

Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Widyastuti Soerojo menekankan peningkatan cukai belum tentu menurunkan daya beli perokok karena sifat adiksinya.

"Kebijakan cukai akan lebih efektif apabila harga rokok tidak terjangkau bagi kelompok rentan (pelajar dan keluarga miskin). Penurunan konsumsi tidak serta merta terjadi, karena perokok itu inelastis. Peningkatan pendapatan dari kenaikan cukai selalu lebih besar dari penurunan konsumsi karena kenaikan cukai," katanya.

Dengan adanya win-win solution dari pemerintah, pendapatan negara lebih tinggi, masyarakat miskin dan pelajar sebagai kelompok rentan terlindungi. (dan)

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement