Share

Perusahaan Sepatu Nike Digugat Rp25 Miliar

Hambali, Jurnalis · Jum'at 04 Maret 2016 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 04 320 1327657 perusahaan-sepatu-nike-digugat-rp25-miliar-xIP1hIEVXD.jpg Ilustrasi : Okezone

TANGERANG - Diduga lakukan wanprestasi berupa penggelapan uang puluhan miliar Rupiah hasil dari jual beli lahan, kini PT Victory Chingluh Indonesia (VCI) yang merupakan perusahaan pembuat sepatu merek Nike tersebut harus menghadapi sidang gugatan perdananya di Pengadilan Negeri Kelas I A Kota Tangerang yang di gelar Kamis kemarin.

Gugatan itu di ajukan oleh Gunarko Papan selaku pemilik lahan yang menilai PT VCI telah melakukan wanprestasi atas kesepakatan bersama terkait transaksi jual beli lahan yang berada di daerah Pasar Kamis, Kabupaten Tangerang.

Menurut Gunarko, pada 2009 lalu pihaknya pernah berniat menjual lahan seluas 5 hektare itu pada PT VCI melalui jasa seorang notaris. Akan tetapi, karena belum ada pembayaran apapun oleh perusahaan asal Taiwan itu, maka dia menganggap lahan tersebut masih miliknya.

Namun, dia terperanjat saat perusahaan asal Taiwan itu menyatakan jika lahan sudah dibeli sepenuhnya melalui pembayaran berdasarkan surat kuasa dan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) yang di buat oleh notaris yang ditunjuk oleh keduanya. Padahal, Gunarko merasa tidak pernah menandatangani surat kuasa apapun atau PPJB tersebut sebelumnya.

Pada sidang gugatannya itu, Kuasa Hukum dari Gunarko, Khresna Guntarto SH, menilai bahwa PT VCI jelas telah melakukan wanprestasi atas jual beli lahan total senilai Rp25 miliar itu berdasarkan surat kuasa dan PPJB yang dipalsukan.

"PT VCI telah melanggar Pasal 1243 KUHP tentang wanprestasi, sehingga kami meminta agar hakim mewajibkan tergugat untuk memberi ganti rugi baik materiil ataupun immateriil kepada klien kami," kata Khresna usai sidang tersebut.

Dalam tuntutannya, pihak Gunarko meminta ganti rugi materiil sebesar Rp25 miliar dan ganti rugi immateriil senilai Rp10 miliar kepada pihak tergugat (PT VCI).

Sementara itu, kuasa hukum dari PT VCI, M Adiwira Setiawan SH, menyebutkan jika kliennya telah melakukan pembayaran penuh atas pembelian lahan tersebut melalui notaris yang telah ditunjuk oleh kedua belah pihak sejak awal.

"Kita sudah melakukan pembayaran atas lahan itu. Nanti kita akan jawab semuanya dalam proses mediasi di pengadilan," ujar Setiawan.

Dalam persidangan yang berlangsung sekira 30 menit itu, Majelis Hakim yang di ketuai oleh Satrio Budiyono memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk menjalani proses mediasi dengan batas maksimum 30 hari, sebelum persidangan berlanjut pada materi berikutnya.(rai)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini