Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Budidaya "Kerapu Cantik" Jadi Tumpuan Penghasil Devisa

Antara , Jurnalis-Rabu, 23 Maret 2016 |10:29 WIB
Budidaya
ikan kerapu cantik (foto: teropongbisnis)
A
A
A

BANDARLAMPUNG - Salah satu pembudidaya kerapu cantik di kawasan Pulau Legundi Lampung Edward Siallagan awalnya adalah atlet ski air di Provinsi Sumatera Utara, namun kemudian beralih profesi menggeluti usaha budi daya kerapu di Teluk Lampung.

Ia memang sejak kecil sudah akrab dengan air, karena tumbuh dan tinggal di Kota Prapat, Sumut, yang lokasinya di pinggiran Danau Toba. Sebagai atlet ski air, ia pernah sekali mewakili Sumut pada PON XI tahun 1985 di Jakarta.

Namun perkenalannya dengan penggemar olahraga ski air Killy Chandra mengubah arah hidupnya menjadi pembudidaya ikan laut. Killy Chandra dikenal sebagai pelopor dan pembina pengembangan kerapu di Provinsi Sumatera Utara.

Setelah diajak terlibat dalam pembudidayaan kerapu di Belawan dan Nias Sumut, ia akhirnya pindah ke Lampung pada 1991 untuk membuka budi daya kerapu di salah satu pulau di kawasan kepulauan Legundi Lampung.

Kepulauan Legundi bisa ditempuh dengan menggunakan perahu dari Pantai Ketapang atau Lempasing, dengan waktu pelayaran mencapai 2 hingga 2,5 jam. Kondisi air laut di kawasan Legundi termasuk relatif bersih dan bebas pencemaran sehingga cocok untuk pembudidayaan ikan kerapu.

Edward yang juga Ketua Forum Kerapu Keramba Jaring Apung Lampung menyebutkan ia dan para pembudidaya lainnya di Teluk Lampung awalnya membudidayakan kerapu bebek dan macan.

Namun, setelah ditemukan kerapu cantik pada 2012 oleh Michael Chandra yang merupakan anak Killy Chandra, mereka akhirnya membudayakan varietas itu secara besar-besaran mulai 2014.

Kerapu cantik merupakan hasil perkawinan silang antara kerapu batik (Epinephelus microdon) dan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus).

Kerapu macan merupakan varietas yang pertumbuhannya cepat, namun rentan penyakit. Tingkat kelangsungan hidup (SR/survival rate) kerapu macan hanya 40 persen. Sementara pertumbuhan kerapu batik tidak cepat, tetapi tahan penyakit sehingga SR-nya mencapai 90 persen.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement