Pemerintah Malaysia mengatakan proyek ini akan menghasilkan sekitar 11 miliar ringgit atau setara Rp35,562 triliun (mengacu kurs Rp3.232 per ringgit) bagi perekonomian dan meningkatkan tawaran negara untuk menjadi pusat wisata.
Pemilik proyek, Permodalan Nasional Bhd. (PNB), sebuah perusahaan pengelola dana terbesar di Malaysia mengemukakan, ketika selesai dibangun, gedung pencakar langit akan memiliki tinggi 2.067 kaki (630 meter) bila dihitung dari permukaan tanah hingga ke atas puncak. Landmark Kuala Lumpur yang sudah lebih dulu populer, Petronas Twin Towers, saat ini masih merupakan bangunan tertinggi di negara itu, yakni dengan tinggi 1.483 kaki (452 meter).
Menurut PNB, proyek konstruksi ini menelan biaya senilai lima miliar ringgit atau Rp16,164 triliun, yang diharapkan akan rampung pada 2020.
Ketua Perusahaan PNB, Ahmad Sarji Abdul Hamid, menjelaskan, pengembangan mixed-use ini akan mencakup sebuah menara perkantoran, hotel mewah dan kompleks perbelanjaan. Diharapkan, proyek juga akan menciptakan sebanyak 10.000 lapangan pekerjaan.