Selain menceritakan bagaimana keadaan lingkungan di Bali, dalam konteks lukisan yang dibuat dari barang-barang bekas dan pakaian bekas ini, dirinya juga terlihat terampil menggunakan pakaian bekas yang didaur ulang menjadi lukisan.
"Dari pakaian bekas ini, saya lukis beberapa gambar tentang pemandangan dan keindahan Bali, selain itu juga ada beberapa kritikan tentang keadaan negeri ini," ungkapnya.
Gung Wiss menjelaskan, lukisan dari pakaian bekas tersebut selain menampilkan keindahan juga menampilkan kritikan tentang masalah di negeri ini seperti korupsi yang belum berhasil ditangani secara tuntas.
"Inilah gagasan yang saya buat untuk menginsipirasi karya seni yang saya buat. Saya harapkan dengan karya seni ini masyarakat harus kritis menghadapi segala ujian yang ada di negeri ini, jangan hanya diam, saatnya bergerak dan harus kritis," ucapnya.
Gung wiss menambahkan, memilih untuk mendaur ulang barang-barang bekas dan juga pakaian karena dari pada melihat barang-barang tersebut menjadi sampah dan bisa berakibat pada kerusakan lingkungan.(rai)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.