Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Yield DIRE Dinilai Kurang Menarik bagi Investor Properti

Dedy Afrianto , Jurnalis-Rabu, 06 April 2016 |14:24 WIB
<i>Yield</i> DIRE Dinilai Kurang Menarik bagi Investor Properti
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Pemangkasan tarif pajak DIRE yang diputuskan oleh pemerintah pada paket kebijakan jilid sebelas akhir Maret lalu diharapkan dapat meningkatkan minat investor untuk dapat berinvestasi pada sektor properti di Indonesia.

Namun, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan tambahan untuk menarik investor pada sektor properti. Salah satunya adalah dengan menerapkan imbal bagi hasil atau Yield bagi investor.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI) Eddy Hussy mengungkapan, seharusnya yield yang diterima oleh investor dapat lebih besar dibandingkan dengan obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Kini, perusahaan biasanya dapat mengeluarkan obligasi hingga 11 persen. (Baca juga: Pajak DIRE Indonesia Masih Kalah Saing Dibanding Singapura)

Saat ini, Yield DIRE masih berada pada rentan 7 hingga 10 persen. Hal ini tentunya masih belum berhasil menarik minat para investor pada sektor properti meskipun pajak DIRE telah dipangkas.

"Jadi mungkin ke depannya dikaji oleh para pengembang atau pemilik properti, itu kira-kita berapa yield yang bisa diberikan kepada para investor sehingga investor tertarik. Tapi kalau kita lihat besarannya mungkin di atas 7 persen, kurang menarik," kata Eddy saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (6/4/2016).

Eddy melanjutkan, hal ini nantinya akan dikaji ulang oleh pemerintah dan pihak swasta yang akan menerima investasi dari para investor pada sektor properti. Sehingga, iklim investasi pada sektor properti dapat kembali meningkat dan memberikan multiplier efek bagi perekonomian masyarakat. (Baca juga: Pemangkasan Pajak DIRE Tak Turunkan Pendapatan Daerah)

"Jadi ini akan dikaji juga sehingga akan memberikan dampak multiplier efek yang besar," tandasnya.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement