Shodiq mengatakan pembangunan patung yang menggambarkan sosok tokoh proklamator menegaskan nama terminal serta jalan kabupaten yang ada di lokasi itu. Pada 2015 lalu jalan yang ada di depan terminal hingga wilayah RSUD Bagas Waras ditetapkan bernama Ir. Soekarno.
“Pembangunan patung itu untuk menegaskan saja terkait nama jalan dan terminal,” urai dia.
Sementara itu, Paguyuban Seni Rupa Klaten (Pasren), Ansori, mengatakan selama ini pembangunan patung di Klaten terkesan asal-asalan. Ia mencontohkan salah satu patung yang dibangun asal-asalan seperti patung Ki Narto Sabdo yang berada di Jl. Merbabu, Klaten Tengah.
“Untuk patung Ki Narto Sabdo itu sampai kini masih kontroversi. Katanya mau ada pembenahan, kenyataannya sampai saat ini belum dilakukan,” katanya. (Baca juga: Patung Soekarno-Hatta di Bandara Dipindahkan Malam Ini)
Ansori menyarankan Kabupaten Klaten tak perlu terlalu banyak dibangun patung. “Sebaiknya dibangun satu patung saja yang serius dan itu monumental, menunjukkan ikon Klaten. Tidak perlu banyak-banyak patung,” urai dia
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.