Pada masa kependudukan Jepang di Indonesia, rumah tersebut dialih fungsikan menjadi sebuah rumah sakit khusus tentara Jepang. Rumah tersebut juga menjadi satu-satunya rumah besar di kawasan Cikini ketika pertama kali berdiri.
Hingga saat ini bangunan tersebut masih berdiri kokoh di antara himpitan gedung pencakar dan padatnya permukiman di Jakarta. Meski tampak merenta tak kuasa melawan waktu, akhirnya melalui inisiasi Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA), mulai tahun 2015 rumah tersebut di konservasi dengan sokongan dana tahap awal oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat.