Jokowi Resmikan PLTU Jungkat dan Ketapang di Kalbar

Gunawan Wibisono, Jurnalis · Kamis 02 Juni 2016 19:52 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 02 320 1404818 jokowi-resmikan-pltu-jungkat-dan-ketapang-di-kalbar-o41EmYumEe.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

PONTIANAK - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menancapkan tiang pertama untuk mobile power plan (MPP) 4x25 MW serta meresmikan PLTU Ketapang 2x10 MW yang masuk pada sistem 20kV di Jungkat Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat.

Jokowi mengatakan mengapa ia mengunjungi Mempawah karena ia mendengar ada pembangunan MPP namun ada pembangunan yang sudah ada semenjak 7 tahun lalu namun hingga kini belum selesai.

"Pada September MPP ini akan selesai dan saya memastikan pembangunan yang memakan waktu tujuh tahun tersebut dengan anggaran 1,5T saya pastikan akhir tahun harus selesai," ungkapnya saat Groundbreaking MPP Kalbar 4x25 MW di PLTU Jungkat, Kamis (02/06/2016).

Dengan dibangunnya PLTU ini maka Kalbar mendapatkan pasokan yang banyak untuk aliran listrik di Kalbar.

"Saya pastikan semua pembangunan selalu saya cek dan selalu diselesaikan," tegas Jokowi.

Dirut PLN, Sofian Basir menuturkan program 35ribu harus diimbangi dengan ketenagalistrikan di Indonesia dan pertumbuhan per tahun di Indonesia harus naik 80 persen.

"PT PLN Batam membangun MPP di seluruh Indonesia dan salah satunya di Jungkat Kalbar yang akan beroperasi pada September 2016," katanya.

Dengan adanya MPP di Jungkat ini maka akan menambah 30 persen kebutuhan pasokan listrik dari beban puncak yang ada di Kalbar.

"Sementara kami juga membangun PLTU di Kabupaten Ketapang dengab mendapat tambahan daya sebanyak 20Mega dan beroperasional pada Agustus 2016," jelasnya.

Gubernur Kalbar, Cornelis menjelaskan dengan adanya MPP ini maka aliran listrik akan dapat terpenuhi.

"Selain pembangunan jalan, Kalbar sangat diperhatikan oleh pemerintah pusat, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Presiden kita," katanya.

Dikatakan mantan Bupati Landak ini bahwa pembangunan MPP akan terus dikawal sehingga tidak hanya dalam bentuk groundbreaking tetapi pembangunannya nyata akan terbangun. "Tentu ini menjadi harapan masyarakat Kalbar akan pasokan listrik di Kalbar tidak lagi biarpet," tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini