Image

Perpustakaan Tertua di Dunia Resmi Dibuka Kembali

Fhirlian Rizqi Utama, Jurnalis · Jum'at 17 Juni 2016, 05:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 06 16 470 1417015 perpustakaan-tertua-di-dunia-resmi-dibuka-kembali-D0JErxkvsG.jpg Foto: Worldbulletin

MAROKO - Kementerian Kebudayaan Maroko menerima dana hibah jutaan dolar dari sebuah organisasi nirlaba pendidikan, TED untuk pemeliharaan perpusatakaan tertua di dunia Al-Qarawiyyin.

Kompleks Al-Qarawiyyin mencakup sebuah masjid, perpustakaan, dan perguruan tinggi yang didirikan oleh pendiri 859 AD Fatima El-Fihriya, yang merupakan putri seorang imigran kaya asal Tunisia.

 

Dengan menggandeng arsitek berdarah Kanada-Maroko, yakni Aziza Chaouni, pemerintah akan melakukan pemulihan dengan melakukan beberapa perawatan khusus namun tetap tidak mengubah struktur bangunan aslinya.

Perpustakaan tertua di dunia ini yang memegang peranan dalam transfer pengetahuan antara muslim di Eropa ini akan dibangun kembali menggunakan teknologi berkelanjutan seperti panel surya dan sistem penampungan air hujan.

Sebelumnya pada sepanjang tahun perpustakaan mengalami banyak renovasi, namun tetap saja beberapa masalah struktural masih ditemui seperti kurangnya isolasi dan kurangnya infrastruktur seperti sistem drainase yang ditutup, bagian lantai yang rusak dan keretakan kayu balok.

 

"Salah satu aspek yang paling mengejutkan tentang pemulihan sebuah bangunan tua adalah bahwa Anda tidak pernah tahu apa yang ada dibalik dinding," kata Aziza seperti dilansir dari worldbulletin, Jumat (17/6/2016).

Aziza juga mengatakan, dalam memelihara bangunan bersejarah perlu adanya keseimbangan yang baik antara menjaga ruang asli dan memenuhi kebutuhan saat ini termasuk seperti pengguna mahasiswa, peneliti, dan pengunjung dan mengintegrasikan teknologi berkelanjutan.

Setelah tiga tahun direnovasi, perpustakaan kembali dibuka pada Mei 2016 lalu, perpustakaan terdiri dari ruang baca, tumpukan buku, ruang konferensi, laboratorium pemulihan naskah, dan koleksi buku langka, serta kantor administrasi dan sebuah kafe. Aziza juga menggunakan furnitur berbahan kayu asli lokal.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini