MAROKO - Kementerian Kebudayaan Maroko menerima dana hibah jutaan dolar dari sebuah organisasi nirlaba pendidikan, TED untuk pemeliharaan perpusatakaan tertua di dunia Al-Qarawiyyin.
Kompleks Al-Qarawiyyin mencakup sebuah masjid, perpustakaan, dan perguruan tinggi yang didirikan oleh pendiri 859 AD Fatima El-Fihriya, yang merupakan putri seorang imigran kaya asal Tunisia.
Dengan menggandeng arsitek berdarah Kanada-Maroko, yakni Aziza Chaouni, pemerintah akan melakukan pemulihan dengan melakukan beberapa perawatan khusus namun tetap tidak mengubah struktur bangunan aslinya.
Perpustakaan tertua di dunia ini yang memegang peranan dalam transfer pengetahuan antara muslim di Eropa ini akan dibangun kembali menggunakan teknologi berkelanjutan seperti panel surya dan sistem penampungan air hujan.