JAKARTA - PT Pertamina (Persero) akan mendorong produksi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dalam negeri untuk menggeser penggunaan premium yang saat ini masih diimpor.
"Solar sekarang dalam perhitungannya seolah-olah masih 1 persen impor, padahal kenyataannya sudah tidak impor lagi," kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di Jakarta, Rabu (29/6/2016).
Menurut Dwi, dengan sudah tak lagi mengimpor, maka produksi solar bisa lebih ditingkatkan jika ada kilang produksi.
Ia menuturkan pihaknya juga mendorong penggunaan kendaraan-kendaraan bermesin diesel pada masa depan sehingga penggunaan solar bisa lebih ditingkatkan.
"Dengan demikian, kita bisa menggeser premium yang sekarang masih impor. Terlebih sekarang kendaraan diesel dari kenyamanan dan lingkungan sudah bagus. Di Eropa juga umumnya sudah pakai mesin diesel," katanya.