Share

Ini Peran Arsitek dalam Pengembangan Bandara

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Jum'at 22 Juli 2016 21:22 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 22 470 1444733 ini-peran-arsitek-dalam-pengembangan-bandara-j28Ots9Rih.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus memperbaiki infrastruktur di dalam negeri. Termasuk infrastruktur penunjang transportasi seperti Bandara.

Pengembangan Bandara dilakukan melalui Kementerian Perhubungan dengan mengadakan pembangunan dan perombakan bandara-bandara di seluruh Indonesia. Dalam kegiatan ini, Kemenhub mengajak arsitek-arsitek ternama terlibat pada pembangunan Bandara di daerah.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar malam Arsitektur Nusantara 2016 yang merupakan puncak dari penyelenggaraan Trilogi Sayembara Desain Arsitektur Nusantara dengan tema "Sayembara Desain Bandar Udara Nusantara 2015" yang mengambil lokasi di JCC, Jakarta, Jumat (22/7/2016).

"Sayembara Desain Bandar Udara Nusantara ini bukan hanya Sayembara gagasan saja namun Sayembara Karya terbangun di mana Karya Pemenang Utama yang akan diumumkan pada hari ini akan menjadi Master Desain pada proyek Pembangunan Bandar Udara Mali Alor pada tahun 2017/2018 dan Tim Arsitek Pemenang akan menjadi Arsitek dalam Pembangunan Bandar Udara Mali Alor," papar Ketua Panitia Sayembara Desain Arsitektur Nusantara sekaligus Direktur Marketing PT Propan Raya Yuwono Imanto.

Untuk diketahui, Pembangunan Bandar Udara melalui proses Sayembara dinilai baik dan menghasilkan banyak alternatif pilihan desain diharapkan bisa diteruskan di masa – masa mendatang dan terus disempurnakan agar menjadi sebuah Model yang baik dalam Pembangunan sebuah Bandara.

Setelah melalui tahapan seleksi dan proses maka terpilih 6 hasil karya peserta yang masuk babak penjurian final pada 28 April 2016 lalu. Pada Malam Arsitektur Nusantara 2016 ini akan diumumkan tim yang menjadi juara sayembara desain Bandar Udara Nusantara.

Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Ahmad Djauhar mengatakan, melalui Arsitek, ide tentang wujud dan fungsi bangunan termasuk bandara bisa angkat menjadi sebuah bangunan.

"Sudah nggak zamannya lagi kita membangun tanpa perencanaan. Memang konstruksi itu penting, tapi tanpa desain yang menarik bandara jadi nggak punya identitas. Memang kita nggak malu lihat bandara di negara lain indah enak dilihat tapi di negara kita malah sebaliknya," imbuhnya.

Lebih lanjut Ahmad menuturkan, arsitek juga berperan menjaga kebudayaan. Dia bilang, arsitek punya keterampilan dalam memadukan perkembangan zaman dengan bangunan adat dalam mendesain sebuah bangunan.

Dengan begitu, gedung yang dibangun memiliki suasana tradisional tapi tidak terkesan kuno.

"Memang kalau anda pergi ke Paris misalnya, memangnya apa yang ingin dilihat kalau bukan gaya arsitekturnya. Nah itu kenapa penting peran arsitek. Apa lagi, bandara itu kan pintu gerbang menuju satu kawasan katak itu kota atau negara. Bandara harus bisa menampilkan identitas kawasan tersebut. Kalau desainnya jelek, yang malu bukan petugas bandaranya, tapi juga masyarakat kotanya," tukasnya. (dng)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini