Skylight jika diterjemahkan secara bebas artinya cahaya dari langit. Pada bangunan, skylight merupakan atap tembus pandang sebagai ‘jalan’ masuknya sinar matahari. Bentuknya seperti jendela yang menempel di atap.
Namun dalam memasangnya tidak bisa sembarangan. Diperlukan aturan khusus, agar fungsi dari skylight mampu berfungsi secara optimal.
Pertama, arah hadap skylight sebaiknya ke utara atau selatan. Alur terbit matahari adalah dari timur ke barat. Jika Anda menghadapkan skylight ke kedua arah ini, yang Anda dapatkan adalah pancaran sinar matahari secara langsung (direct) yang intensitasnya terlalu tinggi.
Akibatnya, ruangan menjadi terasa panas. Pancaran sinar matahari langsung juga bisa merusak furnitur-furnitur yang terkena sinarnya. Efeknya bisa yang ringan, seperti warna memudar, hingga lapuk.
Usahakan sinar matahari optimal menerangi ruangan hingga pukul 10.00–11.00 WIB. Selanjutnya, sinar yang masuk merupakan sinar tidak langsung (indirect ray).