JAKARTA - Sebuah elemen arsitektur sepele namun menjadi ikonik di Eropa yakni sebuah cerobong asap. Di Paris khususnya, hampir setiap rumah dan bangunan dihiasi oleh cerobong atap.
Penggunaan cerobong asap hampir terjadi di semua rumah maupun bangunan, bahkan mustahil jika satu atap dari ibukota Prancis tersebut tanpa cerobong asap. Saking banyaknya, mungkin tidak ada yang dapat menghitung jumlah cerobong asap tersebut.
Seperti dilansir dari Amusing Planet, Selasa (2/8/2016), cerobong asap pertama kali muncul di Eropa pada abad 13. Sebelumnya, banyak rumah menggunakan tanah liat atau batu bata untuk memasak, kemudian menjadikannya sebagai penghangat ruangan. Namun, asap dari perapian tersebut menutupi rumah dan keluar melalui lubang atap maupun jendela.
Kemudian, cerobong asap hanya digunakan untuk rumah-rumah bangsawan. Sempat menjadi mode, cerobong asap kemudian dibentuk menjadi sebuah tumpukan dari bata pada masa Tudor.