Hingga pada abad ke 18, beberapa ilmuwan percaya jika ruangan penuh asap akan semakin membuat ruangan menjadi hangat. Kelangkaan kayu membuat beberapa orang beralih menggunakan batu bara, namun asap yang ditimbulkan membuat ruangan menjadi hitam, sehingga pada masa Benjamin Franklin dan Hitung Rumford desain cerobong dibuat lebih modern.
Harga batu bara juga mengalami kenaikan, sehingga hanya orang-orang kaya saja yang mampu memiliki cerobong asap. Dahulu kala, semakin banyak cerobong asap di rumah, menandakan semakin kaya pemilik rumah tersebut.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.