Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sri Mulyani: Penerimaan Pajak Akan Kurang Rp219 Triliun

Hendra Kusuma , Jurnalis-Rabu, 03 Agustus 2016 |21:20 WIB
Sri Mulyani: Penerimaan Pajak Akan Kurang Rp219 Triliun
Ilustrasi : Okezone
A
A
A

 [Baca juga: Sri Mulyani Kaji Ulang Penerimaan Pajak 2016]

Kendati demikian, lanjut Sri Mulyani, pemerintah kabinet kerja akan melakukan revisi APBN 2016 dengan memangkas anggaran sebesar Rp133,8 triliun yang berasal dari anggaran belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Rp65 triliun dan anggaran dana transfer ke daerah sebesar Rp68,8 triliun.

Lalu target defisit anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 melebar menjadi 2,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sebelumnya, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati target defisit dalam APBNP 2016 sebesar Rp296,7 triliun, atau 2,35 persen dari PDB.

Meski defisit anggaran mengalami perubahan, asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sebesar 5,2 persen, inflasi empat persen, SBN 5,5 persen, harga minyak USD40 per barel , dan lifting minyak 820 ribu barel atau tetap sama dengan yang diasumsikan di APBNP, dan lifting gas 1.150 barel setara minyak per hari.

Hanya asumsi nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang direvisi menjadi Rp13.300 per USD, dari yang sebelumnya Rp13.500 per USD.

(Raisa Adila)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement