Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menteri Bambang Pastikan Pemangkasan Anggaran Tak Ganggu Proyek Pemerintah

Hendra Kusuma , Jurnalis-Kamis, 04 Agustus 2016 |15:52 WIB
Menteri Bambang Pastikan Pemangkasan Anggaran Tak Ganggu Proyek Pemerintah
Menteri PPN Bambang PS Brodjonegoro (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) atau Menteri PPN Bambang Brodjonegoro mengatakan, rencana pemangkasan anggaran pada APBNP 2016 akan dilakukan kepada anggaran-anggaran yang selama ini tidak tereksekusi. Sehingga diyakini tidak mengganggu proyek-proyek pemerintah.

"Jadi lebih secara alamiah, melihat pada anggaran yang tidak terserap saja," kata Bambang di Gran Sahid, Jakarta, Kamis (4/8/2016).

Menurut Bambang, setiap tahunnya juga pada APBN ada dana yang tidak terserap, seperti pada tahun anggaran 2015 yang terbukti masih ada dana yang tidak terserap sebesar 10 persen.

Untuk yang sudah terkontrak, kata Bambang, akan tetap jalan dan tidak terkena wacana pemangkasan anggaran.

"Tetap jalan," tandasnya.

 [Baca juga: Pemotongan Anggaran Buat Ekonomi Lebih Baik]

Pemerintahan kabinet kerja di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi ingin memastikan perekonomian Indonesia di 2016 tetap terjaga dengan baik. Bahkan, untuk menjaga perekonomian, mantan wali kota Solo ini sepakat untuk memangkas APBN 2016.

Pada Sidang Kabinet Paripurna, Jokowi menyepakati pemangkasan anggaran belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp65 triliun, dan dana transfer ke daerah sebesar Rp68,8 triliun.

Lalu target defisit anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 melebar menjadi 2,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sebelumnya, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati target defisit dalam APBNP 2016 sebesar Rp296,7 triliun, atau 2,35 persen dari PDB.

Meski defisit anggaran mengalami perubahan, asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sebesar 5,2 persen, inflasi empat persen, SBN 5,5 persen, harga minyak USD40 per barel , dan lifting minyak 820 ribu barel atau tetap sama dengan yang diasumsikan di APBNP, dan lifting gas 1.150 barel setara minyak per hari.

Hanya asumsi nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang direvisi menjadi Rp13.300 per USD, dari yang sebelumnya Rp13.500 per USD.

(Raisa Adila)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement