Persaingan Usaha Pengaruhi Kesejahteraan Masyarakat

Hendra Kusuma, Jurnalis · Kamis 18 Agustus 2016 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 18 320 1466844 persaingan-usaha-pengaruhi-kesejahteraan-masyarakat-XH3aPOplsq.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menyebutkan, persaingan usaha yang sehat dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mencapai kesejahteraan dalam perekonomian.

Anggota Komisioner KPPU Tresna Sumardi mengatakan, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 1999, aturan-aturan yang sudah ada menjawab semua masalah yang menyebabkan persaingan usaha tidak sehat.

"Aturan atau UU Nomor 5 ini menjawab hambatan usaha, pemutusan ekonomi, kekosongan hukum dan minimnya partisipasi masyarakat," kata Sumardi dalam acara Menciptakan Persaingan Usaha Sehat di Indonesia, Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Sumardi menyebutkan, implementasi UU Nomor 5 Tahun 1999 ini memang untuk menjaga kepentingan umum atau publik dan meningkatkan efisiensi nasional sebagai upaya menyejahterakan rakyat, lalu mencegah praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat. Menjamin kesempatan berusaha yang sama bagi pelaku usaha besar, menengah, dan kecil. Serta efektivitas dan efisiensi kegiatan usaha.

 [Baca juga: KPPU Luncurkan Indeks Persaingan Usaha]

KPPU, kata Sumardi, memiliki tiga tugas inti dalam mengawasi persaingan usaha. Yang pertama adalah melakukan penegakan berdasarkan UU Nomor 5/1999.

"Kedua kita bisa lakukan advokasi untuk menghindari monopoli. Ketiga terus menerus melakukan penyempurnaan lembaga KPPU itu sendiri," tambahnya.

Menurut Sumardi, selama ini KPPU selalu melakukan pengawasan mulai dari proses-proses para pelaku yang ingin melakukan kegiatan usaha, atau tender. Seiring perkembangan, KPPU juga mengawasi proses merger atau kegiatan usaha yang menyebabkan terjadinya persaingan usaha tidak sehar.

"KPPU sangat responsif begitu ada kebijakan yang tidak sejalan dengan persaingan usaha sehat. Begitu pun wewenang KPPU yang sebagaimana diatur oleh UU Nomor 5 Tahun 1999," tukasnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini