nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertagas Tanda Tangani Jual-Beli dan Pengangkutan Gas 40 Mmscfd

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 30 Agustus 2016 15:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 08 30 320 1476682 pertagas-tanda-tangani-jual-beli-dan-pengangkutan-gas-40-mmscfd-mKblhvoX4i.jpg Ilustrasi FSRU. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Hari ini PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Gas (Pertagas) menandatangani beberapa perjanjian kerjasama bisnis gas dengan beberapa pihak antara lain Perjanjian Pengangkutan Gas (PPG) antara PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Parna Raya dan PT Inti Alasindo serta Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PT Pertagas Niaga dan PHE Offshore North West Java (ONWJ), EMP ONWJ, KUFPEC Indonesia (ONWJ) B.V.

Direktur Gas dan EBT Pertamina, Yenni Andayani, menuturkan untuk PPG yang ditandatangani Pertagas dengan Parna Raya dan Inti Alasindo, diperuntukkan untuk pengangkutan masing-masing 40 mmscfd. Sumber pasokan gas dari kedua perusahaan tersebut berasal dari Husky – CNOOC Madura Limited (HCML).

Yeni melanjutkan, gas akan disalurkan dari lapangan BD ke Onshore Receiving Facilities (ORF) Kraton milik HCML selanjutnya disambung (tie in) ke pipa transmisi gas open access Porong-Grati, melalui pipa transmisi open access Semare sepanjang sekira 12 km yang akan dibangun Pertagas dan direncanakan mulai beroperasi pada kuartal pertama di 2017.

"Konsumen utama gas tersebut adalah pembangkit listrik milik Indonesia Power (IP) di Grati, Kabupaten Pasuruan. Kerja sama ini adalah salah satu bagian dari program 35.000 MW yang sudah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo,"ujarnya dalam acara IndoPIPE 2016 di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (30/8/2016).

Yeni mengatakan, gas milik Parna Raya digunakan seluruhnya untuk IP Grati, sedangkan gas milik Inti Alasindo sebagian akan digunakan untuk kebutuhan Industri di Jawa Timur, memanfaatkan pipa eksisting milik Pertagas yang sudah ada dari Porong – Gresik selain nantinya memanfaatkan pipa Porong- Grati.

Sementara itu, Pertagas Niaga, anak perusahaan Pertagas, juga melakukan penandatanganan kerja sama PJBG dengan PHE ONWJ, EMP ONWJ Ltd, dan KUFPEC Indonesia (ONWJ) B.V, selaku pemegang Participating Interest (PI) pengelolaan blok ONWJ.

Jumlah kontrak yang diperjanjikan sebesar 1,24 TBTU (Trillion British Thermal Unit) dengan Jumlah Penyerahan Harian 3 BBTUD untuk tahun 2016 dan 8 BBTUD untuk tahun 2017.

Gas dikirim melalui Onshore Receiving Facility (ORF) Cilamaya dan pipa eksisting milik Pertagas di Jawa Barat untuk mendukung kegiatan industri di wilayah Jawa Barat seperti keramik, kaca, pabrik otomotif, pabrik alat berat, pabrik bahan material bangunan dan pabrik makanan.

"Perjanjian jual beli dan juga pengangkutan gas oleh Pertamina dan afiliasinya bersama para mitra merupakan bentuk konkret komitmen Pertamina sebagai BUMN energi dalam upaya penyediaan energi bagi industri strategis dan ketenagalistrikan nasional," terangnnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini