JAKARTA – Jika selama ini bangunan kerap menggunakan batu bata dari tanah liat yang dibakar, baru-baru ini seorang arsitek bernama David Benjamin menguji coba penerapan batu bata terbuat dari jamur untuk sebuah bangunan.
Seperti dilansir dari inhabitat.com, dikabarkan latar belakang David membuat bangunan berbahan batu bata jamur adalah untuk mengetahui seberapa kuat dan besar pengaruh sistem Biotektur terhadap lingkungan sekitar.
Jenis jamur yang digunakan sebagai material utama batu bata adalah akar miselium. Menurut David akar-akar jamur miselium memiliki kelebihan antara lain, kuat, tahan lama, dan tahan air.
Tidak hanya itu, menurut David batu bata yang terbuat dari unsur tanaman atau hasil pertanian khususnya miselium, batang jagung, rami dinilai mampu tumbuh menjadi benda padat, dengan rentan waktu sekitar lima hari tanpa energi tambahan.