Batu bata yang terbuat dari jenis jamur miselium (inhabitat.com)
Uniknya lagi, tanaman-tanaman tersebut dapat dikomposkan pada akhir pemasangan. Sehingga, mudah diperbaharui kembali.
Saat ditanya apakah ada kesulitan dalam pemasangan, David menjawab tidak begitu sulit, hanya saja diperlukan keseriusan saat mengubah variabel seperti rasio bahan dan waktu tumbuh bangunan.
“Target kami membangun gedung ini sekitar tiga bulan, sehingga kami harus berpikir bagaimana agar batu bata tetap mudah untuk menyesuaikan bahan untuk struktur permanen. Untuk itu kami mensiasatinya menggunakan sensor digital dan actuator,” ujar David.
Menurut David, batu bata yang terbuat dari jamur dapat memberikan suasana sejuk, sehingga dapat mengurangi siklus karbon yang dihasilkan oleh CO2.