JAKARTA - Perum Perumnas menggandeng Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) untuk melakukan pemetaan kebutuhan perumahan bagi kalangan pekerja. Kerja sama ini bertujuan agar kebutuhan rumah dapat tepat sasaran dan tidak lagi menjadi alat investasi.
Kesepakatan tersebut merupakan hasil pertemuan antara Perum Perumnas dengan SPSI, Bank Tabungan Negara (BTN), Perum Jamkrindo, Sarana Multi Finansial (SMF), dan BPJS Ketenagakerjaan. Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo mengatakan saat ini terdapat kebutuhan terhadap perumahan yang cukup signifikan dari anggota SPSI. (Baca juga: Kementerian PUPR Akan Tugaskan Perumnas Mengelola Perumahan MBR)
”Perumnas melihat peluang yang besar pada penyediaan perumahan, sehingga melakukan inisiasi untuk menggandeng SPSI untuk melakukan pemetaan kebutuhan perumahan,” jelas Bambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
Lebih lanjut Bambang menuturkan, langkah kesepakatan dengan SPSI merupakan terobosan baru agar kebutuhan terhadap perumahan bisa langsung menyasar target penghuni rumah yang rata-rata merupakan pekerja atau buruh.
”Dengan demikian, penyediaan perumahan dimaksud bertujuan agar terlepas dari tujuan dan kondisi umum yang berjalan saat ini yaitu sebagai produk atau alat investasi,” tegas Bambang.
Dia menambahkan, hasil kesepakatan tersebut selanjutnya akan dibahas antara Perum Perumnas dengan Bank BTN, Jamkrindo, SMF, dan BPJS Ketenagakerjaan untuk membentuk skema pembiayaan yang tepat guna memenuhi kebutuhan perumahan bagi kalangan pekerja.
Sekjen SPSI Subiyanto mengatakan saat ini kebutuhan terhadap perumahan masih sangat tinggi, khususnya di kalangan pekerja dan buruh di lokasi-lokasi yang berdekatan dengan pabrik. Apalagi, saat ini pekerja dan buruh masih banyak yang belum memiliki rumah. ”Asumsinya saat ini jumlah pekerja kurang lebih 45 juta orang, 42 persen- nya yaitu kurang lebih 19 juta orang adalah anggota peserta BPJS Ketenagakerjaan, dan 7 juta di antaranya belum memiliki rumah,” urai Subiyanto.
Dia juga berharap hasil pembicaraan bisa dituangkan dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding ) dalam waktu dekat. Terhadap hal ini, Bambang Triwibowo menegaskan Perum Perumnas akan langsung membuat tim konsolidasi untuk melakukan pemetaan kebutuhan perumahan yang disesuaikan dengan data yang dimiliki SPSI. Selain itu, Perum Perumnas juga akan melakukan sinergi dengan BUMN lain guna menyiasati keterbatasan lahan yang dimiliki Perumnas. (Baca juga: Perumnas Bangun Rumah Murah di Lampung dan Tangerang)
Bambang menambahkan, kawasan perumahan bagi kalangan pekerja dan buruh juga harus terintegrasi yang dilengkapi dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial, termasuk kawasan komersial, sehingga para penghuninya tidak perlu lagi berjalan jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.