Gara-Gara Covid, Pendapatan Perumnas Anjlok hingga 50%

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 08 Juli 2020 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 470 2243309 gara-gara-covid-pendapatan-perumnas-anjlok-hingga-50-HxzTdNu795.jpg Pendapatan Perumnas Turun Akibat Covid-19. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi virus Corona seluruh sektor bisnis terkena imbasnya. Tak terkecuali pada bisnis properti yang dikelola perusahaan milik negara, Perum Perumnas.

Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro mengatakan, pada masa pandemi segmen pasar properti menjadi salah satu yang paling terdampak. Hal tersebut tercermin dari turunnya volume penjualan pada kuartal I-2020.

"Dalam masa pandemi Covid ini, segmen pasar kami ini paling terdampak terhadap ekonomianya sehingga, serapan atas produk kami sangat rendah. Ini mengakibatkan kami dalam posisi kesulitan finansial. Karena pemasukan sangat rendah," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (8/7/2020). 

Baca Juga: Sasar Milenial, Pameran Rumah Ini Tawarkan Diskon Rp45 Juta

Jika berdasarkan proyeksi Bank Indonesia, penjualan perumahan turun sekitar 30,52% jika dibandingkan kuartal IV-2019. Namun Budi menyebut penjualan perumahan selama kuartal I-2020 lebih besar lagi karena turunnya mencapai 50% dibandingkan kuartal I-2019.

Pada kuartal I-2019, perseroan mendapatkan penjualan sebesar Rp421 miliar. Di kuartal I tahun ini, perseroan hanya mendapatkan penghasilan dari penjualan sebesar Rp166 miliar.

"Kalau menurut BI bilang turun 30% tapi dampaknya lebih dari 50%," ucapnya.

Baca Juga: Perumnas Kebut Pembangunan Proyek TOD pada 2019

Budi menambahkan, jika dibandingkan dengan penerimaan kas pada 2018-2019, penurunan mulai sangat terasa lagi pada April 2020. Jika pada Maret 2020 membukukan pendapatan dari penjualan sebesar Rp146 miliar, di April justru anjlok menjadi Rp60 miliar saja.

Angka tersebut bahkan akan terus mengalami penurunan seiiring masih terjadinya pandemi virus Corona di Indonesia. Diperkirakan pada Mei mendatang, pendapatan dari perseroan hanya mencapai Rp41 Miliar saja.

"Jadi memang dampak covid ini luar bisa kepada perumans shiengga mengakibkan kami dalam posisi keuslitan finansial," jelasnya.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini