Dapat Rp650 Miliar, Perumnas Target Bereskan Backlog Rumah MBR

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 21 Juli 2020 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 470 2249744 dapat-rp650-miliar-perumnas-target-bereskan-backlog-rumah-mbr-A54edUsBXT.jpg Backlog Rumah Capai 7,6 Juta Unit. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Perum Perumnas mendapatkan bantuan dana pemerintah berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp650 miliar. PMN tersebut masuk dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro mengatakan, dana ini akan menjadi amunisi bagi perseroan untuk mempercepat pembangunan proyek rumah tapak. Apalagi, Perseroan juga ditugasi untuk menciptakan rumah dengan harga yang terjangkau kepada masyarakat.

“Inilah yang selalu kami dorong, bahwa rumah adalah kebutuhan primer bagi masyarakat, bukan investasi dan perlunya keberpihakan pemerintah dalam hal ini,“ ucapnya mengutip keterangan tertulis, Selasa (21/7/2020).

Baca Juga: Gara-Gara Covid, Pendapatan Perumnas Anjlok hingga 50%

Ke depannya lanjut Budi, terdapat beberapa penugasan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kepada Perumnas untuk beberapa proyek. Namun hal ini masih dalam tahap penggodokan.

“Angka backlog yang masih menyentuh 7.6 juta unit di tahun 2019, porsi terbesar berada di kalangan MBR, itulah yang menjadi target kami,“ kata Budi.

Budi menambahkan, dirinya optimis jika industri perumahan akan segera membaik. Meskipun saat ini hampir semua industri termasuk perumahan terkena dampaknya.

Baca Juga: Sasar Milenial, Pameran Rumah Ini Tawarkan Diskon Rp45 Juta

Ada beberapa alasan mengapa Budi begitu optimis industri perumahan akan segera bangkit. Pertama dari sisi internal, beragam perbaikan telah disiapkan terutama yang berkonsentrasi pada sistem Informasi Teknologi, SDM, Proses Bisnis dan Manajemen Resiko yang dikemas dalam sebuah program Transformasi.

Sedangkan faktor eksternal diwarnai dengan adanya pernyataan Menteri Keuangan akan terdapatnya proyeksi pertumbuhan ekonomi yang positif di kuartal IV tahun ini sekitar 1,6% dan terus mengalami trend positif di tahun depan.

“Ini yang membuat saya optimis akan berimbas baik pada berbagai sektor fundamental tak terkecuali perumahan,“ kata Budi.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini