Permodalan SMI meningkat pada November 2015 ini setelah mendapat kepastian pengalihan aset Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebesar Rp18,3 triliun. Selain dari aset itu, dalam APBN-P 2015, terdapat Penyertaan Modal Negara sebesar Rp2 triliun.
Dengan semakin gemuknya kapasitas modal, perseroan meyakini, realisasi pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur bisa memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian.
Tercatat dalam waktu lima bulan atau hingga akhir Mei 2016, perusahaan pembiayaan ini berhasil mencatatkan komitmen pembiayaan infrastruktur sebesar Rp30,1 triliun. Nilai komitmen ini meningkat signifikan jika dibandingkan pencapaian 2015 sebesar Rp23 triliun.
Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI, Edwin Syahruzad mengatakan, nilai komitmen pembiayaan infrastruktur ini digunakan untuk membiayai proyek dengan total nilai Rp118,7 triliun. Pencapaian ini kemudian mampu menciptakan multiplier effect sebesar 3,94 kali.
"Angka Rp30,1 triliun pada bulan ke lima ini sangat bagus untuk SMI. Sebab ini sudah tumbuh Rp7 triliun dibandingkan pembiayaan tahun lalu," ujar Edwin.