Image

Beli Saham Famon Awal Bros, Saratoga Rambah Bisnis Rumah Sakit

Agregasi Rabu 19 Oktober 2016, 15:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 10 19 278 1518918 beli-saham-famon-awal-bros-saratoga-rambah-bisnis-rumah-sakit-oBP0vqxWFX.jpg Ilustrasi Rumah Sakit. (Foto: Okezone)

JAKARTA -Perluas ekspansi bisnis, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) merambah investasi di bidang usaha rumah sakit salah satunya dengan investasi di PT Famon Awal Bros Sedaya melalui pengambilan saham baru dalam PT Famon Awal Bros Sedaya (FABS) sehingga perseroan akan menjadi pemegang saham minoritas. Total investasi sekitar Rp75 miliar.

Disebutkan, FABS merupakan perusahaan induk dari beberapa perusahaan yang mengelola empat rumah sakit dengan merek rumah sakit Awal Bros di Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Makassar. Manajemen Saratoga Investama menjelaskan, transaksi ini dimaksudkan sebagai bagian dari upaya perseroan dalam memperkuat portofolio investasi.

Sebagai suatu perusahaan investasi yang aktif, perseroan terus mengeksplorasi kesempatan investasi pada tiga kunci utama dari ekonomi Indonesia yaitu produk dan jasa, konsumer, infrastruktur dan sumber daya alam.

Pada awal tahun ini, perseroan juga telah masuk ke sektor rantai pasokan logistik pendingin dengan akuisisi saham PT Mulia Bosco Logistik (MGM Bosco). Saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk turun tipis 0,56 persen ke level Rp3.530 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 19 kali dengan nilai transaksi Rp817,9 juta.

Pada kuartal pertamatahun ini, Saratoga mencatat NAB Rp14,8 triliun dari 22 perusahaan investasi dengan total karyawan 40 ribu orang. NAB tersebut secara konservatif berdasarkan nilai pasar dari perusahaan investasi yang sahamnya tercatat di bursa dan nilai buku dari perusahaan investasi non-publik.

Sementara tahun lalu, total investasi perusahaan mencapai Rp649 miliar dimana sebesar Rp304 miliar merupakan investasi pada peluang baru, sementara sisanya dia gunakan untuk investasi pada portofolio perusahaan yang sudah ada.

”Strategi investasi yang disiplin dan lebih kehati-hatian ini juga tercermin dalam proses seleksi peluang investasi. Sebagai contoh, tahun 2015 perseroan berhasil mengidentifikasi sekitar 101 peluang investasi. Dari total investasi tersebut, hanya 2 yang lolos dari proses seleksi ketat manajemen saratoga,"kata Presiden Direktur Saratoga, Michael W.P.Soeryadjaya

Michael mengungkapkan, investasi tersebut di antaranya, PT Agra Energi Indonesia dan akuisisi saham PT Batu Hitam Perkasa, pemegang saham Paiton Energy, salah satu IPP terbesar di Indonesia dengan kapasitas pembangkit listrik 2 GW.

Perseroan sepanjang tahun 2015 telah menerima lebih dari 100 peluang investasi. Melalui strategi yang terukur dan prudent, Saratoga membukukan kenaikan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham sebesar 48 persen menjadi Rp923 miliar.

Kenaikan laba tersebut terutama didorong oleh realisasi dari valuasi investasi sebesar Rp1,1 triliun dari PT Merdeka Copper Gold Tbk, di mana di tahun 2015 telah menjadi perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI).

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini