Bulan berikutnya, lanjut Sujono, ada kenaikan menjadi 1,76 juta kg dengan nilai transaksi Rp18,51 miliar.
"Bulan September 2016 dengan produksi mencapai 3,36 juta kg, merupakan rekor yang paling tinggi sepanjang Januari-September 2016," ujarnya pula.
Dibandingkan dengan bulan September 2015, katanya, bulan September 2016 masih lebih tinggi karena bulan September 2015 tercatat hanya 3,16 juta kg.
Hanya saja, lanjut dia, nilai transaksinya masih lebih tinggi bulan September 2015 mencapai Rp28,1 miliar, sedangkan bulan yang sama tahun ini hanya Rp26,88 miliar.
Menurut dia, hasil tangkapan nelayan tersebut belum bisa menjadi tolok ukur hasil produksi ikan tangkap di Kabupaten Pati, mengingat ada yang tidak tercatat atau transaksinya dilakukan di luar tempat pelelangan ikan (TPI).