Rasio Tabungan di Indonesia Rendah, OJK: Jangan Kecil Hati

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Senin 31 Oktober 2016 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 31 320 1528860 rasio-tabungan-di-indonesia-rendah-ojk-jangan-kecil-hati-neRi9Ilbuw.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui saat ini rasio porsi tabungan terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) masih rendah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut saat ini rasio tabungan terhadap GDP masih 20%.

Sementara Singapura sudah mencapai sebesar 49%, Filipina sebesar 46% dan China sebesar 49%. Kendati begitu, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad meyakini rasio tersebut akan naik. Mengingat pendapatan dan pendidikan masyarakat semakin baik.

"Kita tidak kecil hati. Karena sekarang dengan pendidikan yang semakin meningkat, pendapatan per kapita yang meningkat tumbuhnya kelompok menengah. Itu semakin banyak permintaan terhadap jasa-jasa keuangan yang lebih bervariasi," ucap dia di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (31/10/2016).

Menurutnya, sudah banyak lembaga keuangan, bukan hanya bank. Banyaknya industri jasa keuangan saat ini masih memiliki tantangan antara lain agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Oleh karena itu sebetulnya masyarakatnya antusias dan banknya harus siap dalam hal menyiapkan produk yang inovatif, mudah, aman dan sebagainya bagi setiap lapisan masyarakat yang mungkin berbeda kemampuan edukasi dan literasinya. Saya kira ini betul-betul menjadi tantangan kita," tambah dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini