Hari Indonesia Menabung Diperingati Hari Ini, Apa Itu?

Fakhri Rezy, Jurnalis · Kamis 20 Agustus 2020 08:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 20 320 2264851 hari-indonesia-menabung-diperingati-hari-ini-apa-itu-24i4bqo8rH.jpg Tabungan (Shutterstock)

JAKARTA - Tepat hari ini, Kamis (20/8/2020) masyarakat Indonesia memperingati Hari Indonesia Menabung (HIM). Hal ini guna mengkampanyekan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap inklusi keuangan dan menabung sejak dini.

Namun, tahukah kenapa ada Hari Indonesia Menabung?

 Baca juga: Pemerintah Segera Terbitkan Keppres Hari Menabung Nasional

Hari Indonesia menabung tertuang dalam keputusan presiden (Kepres) nomor 26 tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung. Otoritas Jasa Keuangan bersama kementerian dan lembaga terkait serta Lembaga Jasa Keuangan formal terus bersinergi dalam melakukan berbagai program sebagai bentuk kampanye peningkatan kesadaran masyarakat terhadap inklusi keuangan dan upaya menumbuhkan budaya serta mendorong masyarakat untuk menabung sejak dini.

Menabung

Mengutip keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (20/8/2020), tanggal tersebut dipilih menjadi HIM sebagai kelanjutan dari upaya pemerintah yang untuk pertama kalinya melakukan kampanye nasional gerakan menabung pada tanggal 20 Agustus 1971. Di mana, gerakan tersebut melalui program Tabanas (Tabungan Pembangunan Nasional) dan Taska (Tabungan Asuransi Berjangka).

 Baca juga: Rasio Tabungan di Indonesia Rendah, OJK: Jangan Kecil Hati

Namun sayang sekali, dalam perjalanannya program Tabanas dan Taska yang digagas pemerintah tersebut mengalami penurunan. Terutama dari sisi jumlah penabungnya dan pada akhirnya mati sama sekali.

Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), bersama-sama dengan kementerian dan lembaga lainnya merasa perlu untuk menggaungkan kembali mengenai pentingnya kampanye nasional menabung tersebut.

Menurut Advisor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agus Sugiarto, ada beberapa alasan mengapa kampanye menabung perlu digalakkan kembali secara nasional. Pertama, rasio menabung terhadap PDB (gross savings ratio to GDP) Indonesia pada tahun 2019 masih di angka 31%.

"Angka tersebut masih rendah bila dibandingkan dengan negara Thailand sebesar 35%, Singapore sebesar 43% dan China yang sudah mencapai angka 45%," ujarnya.

Semakin besar rasio menabung terhadap PDB tersebut menunjukkan semakin banyak dana tersedia yang bisa dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan maupun investasi.

Kedua, berdasarkan hasil survei inklusi keuangan yang dilakukan OJK (2019), terlihat bahwa jumlah masyarakat Indonesia yang memiliki rekening tabungan baru mencapai 68,22%. "Artinya dari setiap 100 penduduk, baru 68 orang saja yang telah memiliki rekening tabungan," ujarnya.

Oleh karena itu, potensi untuk menggenjot jumlah penabung masih terbuka lebar, namun harus dilakukan melalui program kampanye nasional menabung dengan strategi yang sistimatis dan terarah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini