nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

HOT SHOT: Budi Hartono, 8 Tahun Jadi Orang Paling Kaya di Indonesia

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Sabtu 03 Desember 2016 18:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 12 03 320 1558067 hot-shot-budi-hartono-8-tahun-jadi-orang-paling-kaya-di-indonesia-baxObuJWJ5.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Majalah Forbes mencatat Budi dan Michael Hartono kembali menjadi orang paling kaya di Indonesia. Dengan demikian, keduanya sudah menempati posisi tersebut selama delapan tahun berturut-turut.

Forbes mencatat, total kekayaan keluarga Hartono mencapai USD18,6 miliar dan menjadi salah satu keluarga terkaya di Asia. Robert Budi Hartono atau yang memiliki nama asli Oei Hwie Tjhong, adalah seorang pengusaha Indonesia. Kakaknya bernama Michael Bambang Hartono alias Oei Hwie Siang.

Budi Hartono merupakan anak kedua dari pendiri perusahaan Djarum yaitu Oei Wie Gwan. Kekayaan keduanya tidak terlepas dari jasa ayah mereka, Oei Wie Gwan, yang pada 1950 mengakuisisi perusahaan rokok Indonesia yang bangkrut, dan menyulapnya menjadi perusahaan rokok terbesar di Indonesia, Djarum.

Awalnya, Oei Wie Gwan menamakan perusahaan roko tersebut Djarum Gramophon. Dia mengganti namanya menjadi Djarum pada 1951. Setelah mengganti nama perusahaannya, rokok kretek Djarum sukses di pasaran.

Djarum sempat mengalami titik kritis pada 1963, karena pabrik Djarum terbakar dan perusahaan sedang dalam kondisi yang tidak stabil. Di tengah kondisi yang tidak stabil tersebut, Djarum harus menerima pukulan bahwa pendirinya, Oei Wie Gwan meninggal.

Setelah meninggal, Budi bersama kakaknya Michael Bambang Hartono, melanjutkan usaha tersebut. Berkat tangan dingin keduanya, Djarum kembali bangkit dan memodernisasikan peralatan di pabriknya.

Pada 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi menggunakan mesin, diikuti merek Djarum Super yang diperkenalkan pada 1981. Di tangan dua bersaudara Hartono tersebut, Djarum bertumbuh menjadi perusahaan raksasa, bahkan mengekspor rokok mereka hingga Amerika Serikat.

Namun, pada 2009 Djarum dan beberapa rokok kretek lainnya dilarang di Amerika Serika, lantaran adanya Dos Hermanos, sebuah cerutu premium pencampuran tembakau Brasil dan Indonesia. Di Indonesia, produksi Djarum mencapai 48 miliar batang per tahun atau 20% dari total produksi nasional.

Selain Djarum, BUdi dan Michael adalah pemegang saham terbesar di Bank Central Asia (BCA). Mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51 % saham BCA. Tidak hanya perbankan, Budi Hartono juga memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak 2008.

Budi juga memiliki sejumlah properti di antaranya Grand Indonesia dan perusahaan elektronik, Polytron, yang sudah telah beroperasi di Indonsia lebih dari 30 tahun.

Tidak berhenti di situ, melalui perusahaan yang baru dibuat, Ventures Global Digital Prima, Global Digital Niaga (Blibli.com), mereka juga membeli Kaskus, situs Indonesia yang paling populer dan memulai ekspansi di dunia digital.

Pria yang lahir di Semarang, 28 April 1940, ini sangat menyukai olahraga bulu tangkis. Bermula dari sekadar hobi, dia kemudian mendirikan PB Djarum pada 1969, tempat di mana lahirnya atlet-atlet bulu tangkis ternama.

Robert Budi Hartono menikahi seorang wanita bernama Widowati Hartono. Pemilik PT Djarum ini memiliki tiga orang putra Victor Hartono, Martin Hartono, dan Armand Hartono.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini