Share

YLKI Minta Bantuan OJK Berikan Daftar Lembaga Leasing

Danang Sugianto, Jurnalis · Senin 23 Januari 2017 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 23 320 1598820 ylki-minta-bantuan-ojk-berikan-daftar-lembaga-leasing-qtKkCfiP44.jpg Kantor OJK. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat sepanjang 2016 ada 57 pengaduan yang ditujukan untuk perusahaan pembiayaan alias leasing. Salah satu aduan yang masuk lantaran permasalahan biaya penarikan.

Kepala Bidang Pengaduan YLKI Sularsi menjelaskan, tidak adanya aturan untuk menetapkan biaya tarik kendaraan membuat pengaduan dari konsumen terhadap leasing semakin besar. Sebab, setiap leasing yang menggunakan jasa debt collector mengenakan biaya penarikan di luar utang terhadap debitur.

Karena tidak adanya aturan yang mengikat, perusahaan leasing dan agen debt collector biasanya menerapkan biaya tarik sesuka hati. Biaya itulah yang menjadi beban tambahan bagi debitur bermasalah. Untuk itu Sularsi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menetapkan batas atas biaya penarikan.

"Karena biaya tariknya besar, bisa sampai Rp10 juta lebih. Makanya kita desak OJK buat regulasi untuk mengatur batas atas biaya tariknya," tuturnya di kantor YLKI, Jakarta, Senin (23/1/2017).

Selain itu, Sularsi juga berharap agar OJK bisa mengeluarkan daftar lembaga leasing yang memiliki legalitas sesuai perizinan OJK. Sebab dari 57 pengaduan masih banyak aduan yang ditujukan terhadap lembaga leasing yang tidak jelas.

"Di daerah pun kita tidak tahu ini lembaga leasing mana, karena kita belum mengenal lembaga leasing itu. Makanya kita minta OJK untuk menginformasikan lembaga leasing yang bagus apa saja," tukasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini