nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Astaga! Antraks Bikin Daging Sapi di Yogyakarta Enggak Laku

Agregasi Kedaulatan Rakyat, Jurnalis · Minggu 29 Januari 2017 09:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 01 29 320 1603859 astaga-antraks-bikin-daging-sapi-di-yogyakarta-enggak-laku-2VwHwLJ1eV.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA - Transaksi daging sapi di Kota Yogyakarta mengalami penurunan drastis pascaberedarnya isu penyakit antraks di salah satu wilayah di DIY tersebut. Dampak dari beredaranya isu penyakit antraks beberapa waktu ini membuat omzet penjualan pedagang daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Yogyakarta mengalami penurunan drastis atau anjlok di kisaran 60%-70%.

"Ada penurunan omzet hingga 60 persen. Penyebabnya isu antraks di sapi, jadi orang takut membeli," kata seorang pedagang sapi lokal, Ponirah di Pasar Beringharjo Yogyakarta, seperti mengutip KRjogja, Minggu (29/1/2017).

Ponirah mengatakan, terhitung sejak beredarnya isu penyakit antraks di DIY, penjual daging sapi makin resah. Kekhawatirannya tersebut terbukti dengan turunnya minat konsumen membeli daging sapi. Alhasil penjualan daging sapi anjlok hingga 70%. "Pedagang daging was-was dengan santernya isu antraks penjualannya akan turun. Hal ini sudah terbukti, sekarang daging sapi sepi pembeli," ucapnya.

Terpisah, penjual daging sapi di Pasar Kranggan, Muhammad Koiri menyampaikan, penjualannya turun cukup signifikan di kisaran 50%-60% pascaberedarnya isu penyakit antraks di DIY. Rata-rata omzet penjual daging, terutama daging sapi di Pasar Kranggan yang harganya berkisar Rp100.000-Rp 115.000 per kilogram saat ini semakin minim.

"Harga daging sapi sudah mahal dan penjualannya terhitung sepi, eh sekarang ditambah adanya isu antraks otomatis daging sapi makin tidak diminati konsumen. Omzet turun signifikan karena sepinya pembeli sekarang," tutur Koiri.

Pedagang sapi lainnya di Pasar Beringharjo Murni mengatakan, tetap akan menjual daging sapi miliknya. Sebab, ia sudah terlanjur membeli dengan harga mahal sebelum beredar isu penyakit ini merebak. Harga daging sapi di Kota Yogyakarta sendiriĀ  berkisar tinggi antara Rp100.0000-Rp116.000 per kilogram.

"Mudah-mudahan pemerintah daerah segera bertindak agar isu penyakit antraks ini tidak dibiarkan berlarut-larut," ujar Murni.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini