nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jatah Pupuk Bersubsidi Terpangkas, Target Produksi Padi 2017 Tetap

Agregasi Kedaulatan Rakyat, Jurnalis · Jum'at 03 Februari 2017 10:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 02 03 320 1608356 jatah-pupuk-bersubsidi-terpangkas-target-produksi-padi-2017-tetap-TjsUVf8Iyc.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

SRAGEN - Turunnya jatah pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Sragen tidak akan berpengaruh pada target produksi padi 2017. Alokasi pupuk bersubsidi yang berkurang hingga 4.410 ton pada 2017 akan disiasati dengan sosialisasi pemakaian pupuk secara efisien.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Sragen, Eka Rini Mumpuni mengatakan, selama ini petani Sragen sudah terbiasa menggunakan pupuk secara berlebihan. Padahal, pemakaian pupuk sebenarnya sudah ada standar teknis. "Kadang petani kurang puas pada standar pemupukan dan kemudian memakai pupuk secara berlebihan," ujarnya seperti mengutip KRjogja, Jumat (3/2/2017).

Menurut Eka, tahun ini Kabupaten Sragen dibebani target produksi padi hingga 628 ribu ton gabah kering giling (GKG). Selama ini Sragen memang menjadi salah satu gudang pangan di Provinsi Jawa Tengah. "Jatah pupuk yang berkurang tidak akan banyak pengaruh. Kami yakin target produksi padi yang sama dengan tahun lalu bisa dipenuhi," tutur dia.

Eka mengatakan, selain memupuk sesuai standar, petani juga harus mulai menggunakan pupuk organik. Banyak keuntungan penggunaan pupuk organik seperti tanaman yang lebih sehat dan kesuburan tanah tetap terjaga. "Kami terus sosialisasikan pemakaian pupuk organik. Kalau bisa pemakaian pupuk urea dikombinasikan dengan organik," ucap dia.

Sementara Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen Boghy Yaeno Wibowo menambahkan, kuota pupuk bersubsidi di Sragen tahun ini memang berkurang dibanding tahun lalu. "Pengurangan berlaku untuk semua jenis pupuk dan paling banyak untuk jenis NPK dan urea," tuturnya.

Untuk pupuk urea, alokasi tahun ini sebanyak 34.590 ton menurun 4.410 ton, pupuk NPK 27.335 ton menurun 5.265 ton. Sedangkan untuk SP-367.550 ton menurun 1.200 ton, ZA 15.650 ton menurun 1.450 ton dan Petroganik 14.100 ton, menurun 1.000 ton. "Sebenarnya pengajuan pupuk bersubsidi bertambah, tapi oleh pusat ternyata dikurangi. Kemungkinan ada revisi jatah pupuk ini, pengalaman seperti tahun-tahun sebelumnya," tutur dia.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini