Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Revitalisasi Malioboro Tahap II Bakal Habiskan Rp17 Miliar

Koran SINDO , Jurnalis-Rabu, 01 Februari 2017 |13:43 WIB
Revitalisasi Malioboro Tahap II Bakal Habiskan Rp17 Miliar
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

Sama seperti pada revitalisai tahap I lalu, saat pekerjaan fisik dimulai, seluruh PKL di depan Pasar Bringharjo, depan Benteng Vredeberg akan dipindahkan sementara. Mansyur mengakui, pemindahan PKL ini untuk memperlancar pekerjaan fisik. Pasalnya, kondisi saat ini sebagian besar bahu jalur pedestrian dipakai PKL berjualan. Ruang yang tersisa hanya sekitar 50 sampai 100 cm untuk pengunjung berjalan.

“(Pemindahan PKL) biar proses fisiknya lancar. Sekarang sedang kami pikirkan konsep penataannya,” tuturnya.

Menurut dia, dalam waktu dekat DPUP-ESDM DIY akan berdialog dengan paguyuban PKL bersama UPT Malioboro dan Pemkot Yogyakarta. Harapannya dalam dialog tersebut tidak muncul gejolak sehingga pembangunan bisa terlaksana sesuai harapan. Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta revitalisasi kawasan Malioboro bisa lebih cepat satu tahun dibanding yang direncanakan DPUP-ESDM yang menjadwalkan tuntas 2019. Revitalisasi sumbu filosofis Keraton Yogyakarta ini harus menjadi prioritas pembangunan.

Raja Keraton Yogyakarta ini mengungkapkan, revitalisasi Malioboro harus lebih cepat lagi bukan tanpa alasan. Pasalnya, dalam beberapa tahun ke depan masih banyak pekerjaan di tempat lain yang harus dilakukan. “Masalahnya masih banyak (pekerjaan) yang lain yang diperbaiki,” imbuhnya.

Dalam perencanaan DPUPESDM DIY, revitaliasi Malioboro berlangsung salam empat tahun, terhitung sejak 2016 sampai 2019. Pada 2016 pekerjaan yang sudah dilakukan adalah revitalisasi tahap I dimulai dari sisi timur depan Hotel Inna Garuda ke selatan tepat Pasar Bringharjo.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement