PYONGYANG - Sebuah bangunan 105 lantai berbentuk piramida berdiri menjulang tinggi dengan megahnya di tengah kota Pyongyang, Korea Utara. Bangunan tersebut adalah Ryugyong Hotel yang sering dijuluki 'Hotel of Doom'.
Dilansir dari laman inhabitat, Minggu (27/2/2017), bangunan ini pernah digadang-gadang menjadi salah satu pesaing untuk hotel tertinggi di dunia. Namun, konstruksi terhenti pada 1989, dan alhasil menjadi bangunan yang terbengkalai terbesar di dunia.
Desain bangunan dirancang oleh Baikdoosan Architects & Engineers. Pertama kali di-groundbreaking pada 1987. Berdasarkan target awal, hotel seharusnya resmi dibuka untuk umum pada 1989 atau tepat dua tahun kemudian setelah peletakan batu pertama. Namun, konstruksi berhenti pada 1992, setelah runtuhnya Uni Soviet (sekutu dan pendukung), dan hotel masih belum selesai.
Bangunan Ryugyong Hotel seperti memiliki kehidupan kembali saat perusahaan asal Mesir, Orascom mengambil alih proyek pada 2008. Perusahaan mulai menambahkan kaca eksterior dengan tujuan agar proyek rampung.
Selain itu, laporan dari perusahaan mengatakan interior tidak memiliki pipa atau listrik, dan itu diperkirakan bisa memerlukan biaya lagi hingga mencapai USD2 miliar atau setara Rp26,66 triliun (mengacu kurs Rp13.331 per USD). Akhirnya, lagi-lagi konstruksi hotel kembali terhenti, meninggalkan nasib hotel yang belum jua terselesaikan.
(dhe)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.