JAKARTA – Industri asuransi alami pertumbuhan pesat selama lima tahun terakhir. Sebagaimana dikemukakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di hadapan Komisi XI DPR.
“Asuransi sudah naik lima kali lipat dalam lima tahun. Asetnya lebih besar dari industri jasa keuangan lain, dana pensiun, dan penjaminan,” ucap Sri Mulyani belum lama ini.
Pada akhir 2015, total aset asuransi nasional secara keseluruhan telah mencapai Rp853,4 triliun. Posisi ini meningkat dibanding 2010 yang hanya tercatat Rp105,2 triliun. Peningkatan ini terjadi karena perhatian dan pemahaman masyarakat terhadap asuransi meningkat.
Tidak hanya aset asuransi yang meningkat, jumlah kantor cabang asuransi di Indonesia juga semakin banyak. Persentase terbesar, berada di pulau Jawa, dengan jumlah kantor cabang sebanyak 1.858 kantor.
Lalu bagaimana masyarakat menilai pertumbuhan layanan asuransi ini? Sudahkah pertumbuhan ini diiringi dengan perbaikan layanan yang diberikan? Berikut KATA MEREKA:
Aryati (28) Staff Kementerian
Semenjak diterima bekerja, saya sudah mulai mengikuti program asuransi. Saya sendiri mendaftar anggota asuransi BPJS Kesehatan. Langkah ini saya ambil sebagai persiapan kalau ada kejadian mendadak yang membutuhkan dana berobat .
Fasilitas BPJS Kesehatan ini saya dapat dari kantor. Dari pengalaman saya menggunakan klaim BPJS Kesehatan, baiknya pihak pemberi asuransi secara umum, termasuk BPJS Kesehatan sendiri memberi kemudahan untuk pengurusan klaim. Pengalamamn saya, pengurusan klaim masih terbilang cukup lama. Prosesnya pun masih berbelit. Alih- alih beri kemudahan bagi pengguna, kadang hal tersebut malah menyulitkan nasabah sendiri.
Nur Liya (31) Dokter
Saya adalah penggunan asuransi dari BPJS Kesehatan, karena sudah menjadi syarat wajib dari kantor. Dari pengalaman saya menggunakan jasa asuransi, saya memberi saran agar pihak asuransi sering adakan evaluasi program. Karena meskipun program yang ditawarkan terbilang bagus, namun pada pelaksaannya di lapangan, masih jauh banyak beberapa kekurangan. Dengan adanya evaluasi pihak asuransi dapat mengetahui pembenahan yang diperlukan.
Siska Ayu (36) Pekerja Swasta
Dikantor saya ada asuransi yaitu Asuransi Sinarmas jenisnya kesehatan. Kalau untuk jaminan hari tua ada Allianz. Menurut saya kehadiran asuransi itu berguna, untuk persiapan pada saat darurat seperti sakit lah dan lainnya.
Saran saya untuk agen asuransi saya, yaitu Sinarmas dan Alianz, untuk menambah program periksa mata, rawat gigi. Saat ini terbatas pada cuma yang bisa hanya rawat inap, kalau cek mata atau cek gigi mesti kan tidak perlu rawat inap. Jadi saran saya itu, fasilitas yang disediakan lebih banyak.
Tyas Kurnia (43) Ibu Rumah Tangga
Iya saya ikut asuransi dari Prudential. Jenisnya kesehatan. Kalau dari kantor ada juga BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, kalau yang Prudential itu untuk anak-anak. Karena tidak ada cover utnuk anak – anak dari kantor.
Saran saya ke perusahaan asuransi, dipermudah lagi syarat dan aturannya. Apa saja yang mesti dilakukan ketika sakit, dipermudah informasinya. Selama ini harus ini, itu, membingungkan pengguna. Terus kerjasama sama rumah sakitnya diperkuat, jadi di rumah sakit diinfokan asuransi yang kerjasama apa aja.
Cininta (29) Staff Kementerian
Saya adalah pengguna salah satu asuransi swasta di Indonesia, yaitu asuransi kesehatan dari Prudential. Dengan adanya asuransi saya punya perencanaan jelas mengenai investasi masa depan. Selama ini saya cukup mudah dalam mengurus berbagai persyaratan. Namun, menurut saya pihak asuransi sendiri perlu meningkatkan layanan dalam pemberian klaim penggantian biaya (reimburse). Kemudahan klaim juga perlu diterapkan oleh seluruh layanan asurasnsi di Indoensia. Sehingga benar – benar beri kemudahan bagi nasabahnya. (rzy)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.