YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta masih menunggu kejelasan konsep penataan Malioboro tahap kedua yang akan dikerjakan dari depan Pasar Beringharjo hingga Titik Nol Kilometer.
"Apakah konsep penataan masih sama dan melanjutkan konsep saat penataan tahap pertama atau tidak, kami belum tahu. Kami masih menunggu dari DIY," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh di Yogyakarta, Senin (6/3/2017).
Menurut dia, konsep penataan Malioboro tahap kedua menjadi penting karena kondisi dari depan Pasar Beringharjo hingga Titik Nol Kilometer berbeda dengan kondisi yang ada pada saat penataan Malioboro tahap pertama.
Pada tahap pertama, pemerintah lebih banyak melakukan sosialisasi kepada juru parkir sepeda motor yang menempati sepanjang sisi timur trotoar Malioboro, sedangkan pada tahap kedua akan lebih banyak berhubungan dengan pedagang kali lima.
Selain itu, lanjut Syarif, instansi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta yang perlu dilibatkan akan lebih banyak mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang memiliki kewenangan terhadap pedagang di depan pasar Beringharjo, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja dan kecamatan.
"Perlu ada tim khusus dari Pemerintah Kota Yogyakarta untuk memfasilitasi proses koordinasi dengan Pemerintah DIY," katanya yang menyebut ada sekitar 90 pedagang kaki lima yang akan terdampak program penataan Malioboro tahap dua.
Ia juga berharap agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap proses penataan Malioboro tahap pertama yang sudah diselesaikan tahun lalu agar penataan Malioboro tahap kedua bisa berjalan lebih baik.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Maryustion Tonang mengatakan, pedagang yang berada di depan Pasar Beringharjo pada dasarnya mendukung program penataan Malioboro.
"Semangat yang harus diusung adalah tetap memperhatikan pedagang. Penataan harus dilakukan semanusiawi mungkin," katanya.
Ia pun belum dapat memastikan akan memindahkan atau meliburkan pedagang selama proses pekerjaan fisik berlangsung. Di depan Pasar Beringharjo terdapat total 113 pedagang siang dan malam.
Saat ini, Pemerintah DIY sudah menyelesaikan lelang pekerjaan fisik penataan Malioboro tahap kedua dengan nilai lelang Rp16,8 miliar.
Pekerjaan penataan akan dilakukan di sisi timur Jalan Malioboro dari depan Pasar Beringharjo hingga Titik Nol Kilometer serta di depan Gedung Agung.
"Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta. Harapannya, pekerjaan sudah bisa dilakukan pekan ketiga Maret asalkan faktor sosial sudah bisa diselesaikan," kata Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pekerjaan Umum Permukiman Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY Arif Aziz Zain.
(Raisa Adila)