nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengertian Saham Gorengan dan Tips Mengelolanya

Agregasi Sabtu 11 Maret 2017 05:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 10 278 1639913 pengertian-saham-gorengan-dan-tips-mengelolanya-rowqeFk4Nd.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Saham gorengan merupakan jenis saham yang pada saat dibeli akan memberikan kerugian dalam jangka pendek, namun tidak lama kemudian jenis saham ini bisa berbalik naik dan memberikan keuntungan bagi investor dengan nilai imbal balik yang cukup bagus.

Bahkan mungkin keuntungan yang didapatkan bisa diatas rata-rata saham yang diperdagangkan di lantai bursa dan jauh dari instrumen investasi lain, seperti misalnya deposito.

Pada saat lantai bursa di buka, biasanya timbul gejolak dari jenis saham gorengan yang membuat investor takut. Yang bisa terjadi adalah harga saham bisa turun sangat tajam hingga mendekati batas suspen, namun bisa naik lagi hingga batas atas suspen saham. Oleh karena itu, memerlukan keberanian dan nyali besar bagi investor yang ingin bermain di jenis saham ini dan cocok dengan investor yang menyukai risiko dalam investasi saham.

Jika seorang investor memutuskan untuk bermain di jenis saham ini, maka diwajibkan untuk terus berada di depan layar komputer untuk memonitor pergerakan harga saham setiap saat. Jenis saham gorengan tidak bisa diperlakukan dengan main order beli dan jual ke perusahaan sekuritas. Seorang investor perlu melakukan pengamatan secara intensif jenis saham gorengan karena pergerakannya yang sangat cepat dan membutuhkan waktu ekstra karena butuh pengamatan yang lebih lama daripada jenis saham lain.

Baca Juga : Investasi Saham: Hal-Hal Dasar yang Mesti Anda Ketahui

Pergerakan Saham Gorengan Dipengaruhi oleh Permainan Bandar

Saham gorengan memiliki pergerakan yang tidak likuid dan sangat mudah dipermainkan oleh bandar saham karena harganya yang murah, sehingga pergerakannya mudah naik dan turun. Tentunya hal ini akan menyulitkan bagi investor pemula yang baru terjun ke dunia investasi pasar saham. Berbekal ilmu yang belum mumpuni, bisa jadi bermain di jenis saham gorengan bisa-bisa lebih banyak menimbulkan kerugian daripada mendapatkan keuntungan.

Ciri-ciri Jenis Saham Gorengan

1. Saham Gorengan Tidak Likuid

Saham gorengan dikatakan tidak likuid karena nilai kapitalisasi pasarnya yang kecil, sehingga tidak banyak aktivitas jual beli pada saham tersebut atau bisa juga dikatakan bahwa antrean bid offer yang ditawarkan sedikit.

Ini karena nilai kapitalisasinya kecil, maka saham gorengan lebih mudah dipermainkan oleh bandar, daripada saham-saham likuid dengan kapitalisasi pasar yang besar dan jumlah bid offer yang sangat banyak. Kapitalisasi pasar adalah jumlah saham yang beredar dikalikan dengan harga saham perusahaan.

2. Pola Grafiknya Sangat Tidak Beraturan

Ciri kedua yang bisa dicermati dari sebuah saham gorengan adalah biasanya memiliki pola grafis yang sangat tidak beraturan. Volumenya tidak stabil sehingga seringkali grafik terbentuk dengan volume kecil, kemudian tiba-tiba volumenya menjadi sangat besar tanpa penyebab yang jelas.

Pada satu momen, harga saham tidak bergerak, kemudian pada saat-saat tertentu saham naik dengan drastis, kemudian turun dengan sangat cepat pula. Seringkali saham tidak ditradingkan dan jenis saham-saham dengan grafik seperti ini tidak bisa dianalisis dengan analisis teknikal.

3. Harga Saham Cenderung Relatif Rendah

Ciri ketiga dari sebuah saham gorengan adalah harganya yang relatif rendah. Biasanya ada di angka di bawah 1000. Hal ini disebabkan karena semakin kecil harga saham, maka semakin kecil pula dana yang Anda butuhkan untuk membeli saham. Harga saham yang rendah seringkali menjadi incaran para bandar besar untuk digoreng, sehingga mudah untuk dimainkan nilainya di pasar saham.

Meskipun begitu, harga saham yang cenderung rendah tidak selalu identik dengan saham gorengan. Harga saham yang agak tinggi juga terkadang masuk dalam saham gorengan. Namun umumnya, saham gorengan adalah jenis saham yang harganya relatif rendah atau murah.

Salah satu alasan kenapa saham-saham dengan harga murah lebih banyak menjadi incaran bandar untuk digoreng adalah dari sisi psikologis, orang akan lebih mudah mengeluarkan uang untuk membeli saham berharga murah daripada harus menguras kantong dengan membeli saham mahal.

Investor ritel di pasar modal dengan modal yang terbatas jumlahnya sangat banyak, sehingga dengan harga saham yang relatif murah, maka akan lebih mudah bagi bandar untuk mengajak investor ritel dengan dana kecil untuk ikut masuk ke saham yang sudah direncanakan bandar sebelumnya.

4. Banyak Emiten Bermasalah

Emiten atau perusahaan publik yang memiliki saham banyak mengalami masalah, bisa disebabkan karena adanya masalah hutang, jajaran direksi yang memiliki track record buruk, kemudian terjadi masalah di pabrik dan lain-lain. Perusahaan publik yang bermasalah secara internal biasanya harga sahamnya juga akan cenderung turun.

Saat terjadi penurunan harga saham inilah, biasanya bandar bisa menaikkan harga saha secara tidak wajar sewaktu-waktu. Meskipun begitu, tidak semua saham gorengan adalah emiten yang memiliki masalah internal.

5. Naik-turunnya harga saham tidak pasti

Grafik harga saham yang cenderung tidak pasti dan naik-turun tidak menentu bisa menjadi salah satu ciri saham gorengan, sehingga menjadi sulit untuk terdeteksi oleh analisis teknikal.

Itulah beberapa ciri yang bisa dikenali menyangkut sebuah saham termasuk kategori saham gorengan atau bukan. Namun terlepas dari ciri-ciri tersebut, sebagian pemain saham juga mengatakan bahwa penentuan sebuah saham dikatakan sebagai saham gorengan atau tidak, biasanya tergantung dari subjektifitas masing-masing orang. Misalnya adalah saham Sri Isman Rejeki (SRIL).

Saat melihat saham dari SRIL yang menjadi saham LQ45 dalam beberapa waktu, maka sulit untuk mengatakan bahwa saham ini merupakan sahan gorengan. Namun sebagian trader menyebutkan bahwa SRIL merupakan saham gorengan, karena harganya yang selalu sideways, atau naik dan turun drastis. Satu saat volumenya naik kencang untuk 1 hingga 2 hari, kemudian turun lagi dengan cepat pula.

Merujuk pada harganya yang sideways dan grafiknya yang naik turun, maka SRIL bisa dikatakan sebagai saham gorengan, tetapi kenapa masih masuk ke LQ45? Inilah yang membuat penentuan sebuah saham merupakan saham gorengan atau bukan, yakni berdasarkan subjektifitas penilaian masing-masing orang, bisa sama memiliki penilaian yang sama, bisa juga berbeda.

Baca Juga : Cara Investasi Reksadana yang Menguntungkan dan Mudah

Tips Berhadapan dengan Saham Gorengan

1. Volume adalah Segalanya

Perhatikan sisi volume dari sebuah saham yang terindikasi merupakan saham gorengan. Pada satu waktu, saham gorengan terlihat tidak ada aktivitas sama sekali alias beku, lalu tiba-tiba saham tersebut meledak di satu hari yang lain seolah-olah sedang digoreng. Saham tersebut dikatakan beku karena tidak ada transaksi sama sekali yang melibatkan saham tersebut. jadi jika volumenya mendadak menjadi besar, maka Anda perlu waspada bahwa saham tersebut adalah saham yang sedang digoreng.

2. Erat dengan Kegiatan Bandar

Kenaikan volume yang tiba-tiba adalah disebabkan karena bandar yang membeli dalam jumlah besar atau massive buy. Ciri-ciri bandar adalah mereka suka membeli saham dalam jumlah besar dan menjualnya dalam jumlah besar pula. Bandar biasanya membeli tanpa harus mengantri, mereka langsung membeli di harga offer dan menjualnya langsung pada harga bid.

3. Lot

Salah satu tips mengetahui pergerakan bandar saham adalah dengan memperhatikan lot saham. Jika kita melihat adanya perubahan dan penambahan jumlah lot yang banyak, maka tandanya bandar masih mau menggoreng saham tersebut.

4. Mengungguli Analisa Teknikal

Alasan kenapa jarang sekali analis saham melakukan pembahasan mengenai saham gorengan adalah karena memang saham gorengan sangat sulit atau bahkan tidak bisa dianalisa. Mungkin pergerakan grafiknya flat, lalu fundamental juga terlihat bagus, tapi sahamnya tidak mengalami pergerakan.

5. Tidak Dipengaruhi oleh Berita tentang Perusahaan

Apabila perusahaan-perusahaan yang termasuk saham blue chips bisa menganalisa secara teknikal berdasarkan berita dari perusahaan tersebut, maka berbeda dengan saham gorengan di mana berita tentang perusahaan tidak bisa digunakan untuk menjadi sentimen bagi saham. Baik berita bagus ataupun berita buruk tidak akan memberikan pengaruh. Kadangkala malah, saat ada berita buruk, harga saham perusahaan tersebut justru naik.

6.Permainan Emosi

Waspadalah apabila melihat grafik yang menunjukkan saham gorengan, biasanya harga saham yang tiba-tiba naik akan membuat investor “gatal” untuk ikut main di dalamnya, padahal saham tersebut tengah digoreng, sehingga bisa mempermainkan emosi kita dan membuat kita lupa pada rencana trading yang sudah kita tetapkan sebelumnya.

Tidak Disarankan untuk Investor Pemula

Bisa disimpulkan bahwa saham gorengan merupakan jenis saham yang sangat mudah dimainkan harganya di pasar saham, sehingga rentan bagi investor pemula yang terjebak untuk membeli jenis saham gorengan yang mungkin justru bisa merugikan kantong investor itu sendiri.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini